Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Tabagsel » Potensi Wisata Tapsel Dilirik Investor Jepang & AS

Potensi Wisata Tapsel Dilirik Investor Jepang & AS

Jumat, 26 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Danau Siais yang sudah sering dijadikan sebagai tempat kegiatan seperti pramuka, lomba perahu dayung dan kegiatan pemkab Tapsel.

TAPSEL-METRO; Dalam pengembangan ekowisata di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), beberapa waktu lalu tim dari Badan Koordinasi Survei Penataan Nasional (Bakosutanal) bersama dengan investor dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) datang ke Tapsel. Mereka tertarik untuk mengupas potensi wisata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapsel dari objek wisata.

Di mana beberapa waktu lalu sebanyak 14 orang dari Tim Bakosutanal yakni, Koordinatornya Mudianingsih SSi, Ahli Geologi ITB, Dr Budi Brahmantyu, Bakosurtanal Jakarta Bidang Geologi,  Ir Edwin Hendrayana, Ahli Pertanian USU, Ir Sarifudin MP, Ahli Pertanian USU, Hardy Sueli MP, Ahli Kehutanan USU, Dr Budi Utomo, Ahli Antropologi USU, Dr Pikarwin, Ahli Prawisata USU, Dr Gustanto, Ahli Kehutanan USU, Onrizal MSi, Ahli Sejarah USU, Dr Fitriaty Harahap SE, Bakosutanal Toponimi dari Jakarta, Ryan Pribadi ST, Bakosurtanal dari Provinsi Sumut, Agung Cristianto SSi, Ahli Antropologi UNPAD, dari Bappeda Sumut Doly Sounia Iswara, dan investor asal Jepang serta Terranova Waksman investor asal Amerika Serikat yang tertarik mengembangkan potensi wisata yang ada di Tapsel.

Dalam kunjungan mereka bertujuan untuk mengadakan inventarisasi potensi sumber daya Abiotik, Biotik, Kultural, dan Dampak Lingkungan Hidup yang terdapat di Provinsi Sumut termasuk Kabupaten Tapsel.

Hasil kegiatan itu nantinya akan dituangkan dalam Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) sebagai upaya ekspos dan mengenalkan Provinsi Sumut  kepada seluruh masyarakat luas, baik dalam konteks nasional maupun internasional.

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) saat ini memiliki luas setelah pemekaran sekitar 445.076 hektare dengan bentuk topografis daerah Tapsel berupa pegunungan, dataran rendah, dan pebukitan dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 262.282 jiwa dari 12 kecamatan, 493 desa, dan 10 kelurahan. Namun setelah digabungkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2008 tentang penggabungan desa menjadi 246 desa dan 36 kelurahan memiliki potensi wisata yang sangat banyak dan menjanjikan, namun belum terjamah secara optimal oleh pemerintah setempat di karenakan kurangnya investor, padahal dari objek wisata tersebut bisa mendatangkan PAD yang sangat besar dan juga bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Adapaun potensi obyek wisata itu yakni, wisata sejarah yakni dengan adanya taman makam pahlawan yang ditata secara baik, sehingga bagi masyarakat yang datang untuk berkunjung ke sana bisa menikmatinya sambil beristirahat. Kemudian wisata religius yaitu rumah ibadah tertua dibangun semenjak zaman kolonial Belanda masih berkuasa di Indonesia yakni Masjid dan gereja tertua yang ada di Kecamatan Sipirok. Kemudian wisata alam yakni Danau Marsabut yang mana di sekelilingnya masih asri dan alami, tapi masih butuh sentuhan untuk pengembangannya, sehingga menjadi obyek wisata yang bisa mendatangkan pengunjung. Selanjutnya Aek Milas dan Tor Sibual-buali.

Kemudian wisata kultural atau budaya. Masyararakat Sipirok sangat kental dengan adat dan budaya, yakni dengan adanya istilah Dalihan Natolu yakni, Kahanggi, Mora, dan Anak Boru. Struktur adat ini, memadu dan menyatu untuk membentuk sebuah komunitas masyarakat yang bisa bergandengan tangan  untuk memicu roda pembangunan.

Wisata kuliner yakni dengan adanya makanan tradisionil yang berasal dari Kabupaten Tapsel, yakni dengan adanya makanan ciri khas yang bisa didapatkan, jika berkunjung ke daerah Kabupaten Tapsel seperti rumah makan holat, ubi tumbuk, dan sambal belacan. Makan holat merupakan ciri khas Kabupaten Tapsel yang mana ikan yang dipanggang yang dicampur dengan ramuan berupa kayu yang disebut dengan holat.

Wisata lainnya yakni berupa pakaian adat Kabupaten Tapsel seperti batik dan hasil tenun, kemudian manik-manik dan keramik. Jika ini dikembangkan, bahkan jutaan tenaga kerja bisa ditampung. Maka saat Pemkab Tapsel sedang giat-giatnya untuk melakukan ekspos agar potensi ini dapat dilirik para investor, sehingga ekonomi berbasis kerakyatan dapat terealisasi secara efektif dan langsung dirasakan oleh masyarakat Tapsel.

Selanjutnya obyek wisata di Kecamatan Angkola Selatan, di antaranya obyek wisata Danau Siais. Di mana Danau Siais adalah danau terbesar di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setelah Danau Toba. Danau Siais terletak di Desa Rianiate Kecamatan Angkola Barat dengan luasnya yakni sekitar 998 hektare dikelilingi hutan tropis  seluas sekitar 1.500 hektare yang kaya akan flora dan fauna,  menghubungkan tiga Kecamatan yakni Kecamatan Muara Batang Toru, Angkola Barat, dan Angkola Selatan.

Untuk melihat keindahan dan panorama Danau Siais dapat dilalui dengan menggunakan roda dua dan empat sekitar 2,5 jam dari Kota Psp. Untuk mencapai Danau Siais bisa ditempuh melalui jalur Psp menuju Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Setelah sampai di Kecamatan Batang Toru, kemudian para pengunjung berbelok memasuki kawasan wilayah PT PN III dan sampai di danau tersebut. Dan saat ini sudah bisa dilalu dari Kota Psp ke Danau Siais yang sudah ditetapkan Provsu sebagai objek wisata Sumut dengan menggunakan beca, karena jalan menuju obyek wisata tersebut sudah diaspal.

Kemudian, jika mengunjungi Danau Siais, selain panorama alam yang masih asri dan alami, juga adanya keunikan tersendiri yakni pengolahan ikan sale yakni ikan yang dipanaskan atau diasapkan dengan api, juga ada pengolahan udang. Jika mencicipinya sambil menikmatinya indahnya panorama alam bisa menjadi daya tarik tersendiri dari sisi wisata kulinernya.

Potensi inilah yang telah digiatkan dan digarap oleh Pemkab Tapsel untuk pengembangan eknomi masyarakat sekaligus peningkatan PAD, sehingga kekayaan sumbar daya hayati alam dapat dimanfaatkan tanpa harus merusak ekosistem serta struktur alamnya.

Kemudian Pantai Muara Upu yang terletak di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru sekitar 85 kilometer dari Kota Psp dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam jika menggunakan roda dua dan empat. Pantai ini memiliki ukuran panjang sekitar 20 kilometer yang dikelilingi hutan pinus yang berjejer di sepanjang pantai.

Kemudian Pantai Muara Upu ini memiliki keunikan tersendiri. Di mana pantainya itu  terdapat pasir putih dari lauatan hingga kedaratan sekitar 200 meter hingga 300 meter. Selain itu juga ombaknya memiliki ketinggian sekitar 3 meter, potensi ini juga bisa dimanfaatkan untuk  para pecinta olah raga selancar.

Dalam pengembagangan wisata ini perlu kerja sama kolektif antara lembaga pemerintah, masyarakat dan para pengusaha. Sebab jika tidak adanya dukungan dari pihak masyarakat, otomatis para pengujung tidak merasa nyaman jika melakukan tamasya di pantai tersebut. Kemudian usaha yang dilakukan oleh Pemkab Tapsel yakni dengan melakukan promosi besar-besaran, sehingga para investor merasa terpanggil hatinya untuk pengembangan obyek wisata tersebut.

Pengembangan obyek wisata Pantai Muara Upu selain bisa mendatangkan omzet yang besar bagi para pengusaha, juga bagi masyarakat, serta dapat menjadi aset yang paling berharga untuk pembangunan Kabupaten Tapsel.

Pemkab Tapsel sudah memiliki komitmen untuk pengembangan obyek wisata dalam membantu ekonomi masyarakat dan peningkatan PAD.

Selain itu masih ada lagi obyek wisata di Kabupaten Tapsel yang perlu digarap dan dikelola secara profesional yakni, Aek Sijorni di Kecataman Sayurmatinggi, Ikan Keramat di Kecamatan Angkola Barat, Pemandian Alam Parsariran di Kecamatan Batang Toru, Air Terjun Aek Sirambe di kawasan Danau Siais. Mestinya potensi itu dapat dijadikan sebagian kajian khusus, seharusnya pihak Pemkab Tapsel harus mampu mengalokasikan dana yang cukup memadai, sehingga proses pembangunan obyek wisata dapat direalisasikan dengan baik.

Hasil kegiatan itu  akan dituangkan dalam Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) sebagai upaya ekspos dan mengenalkan Provinsi Sumut  kepada seluruh masyarakat luas, baik dalam konteks nasional maupun internasional.

Kegiatan Bakosurtanal beberapa waktu lalu ini merupakan aktifitas dalam studi Pusat Survey Daya Alam dan Darat (PSSDAD) yang melakukan penelitian terhadap beragam potensi di daerah.

Di mana selama 4 tahun kepemimpinan Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan, objek wisata sudah mendapat perhatian yang sangat baik. Di mana Danau Siais sudah dibuka akses jalan, sehingga para wisata mancanegera dan lokal sudah bisa datang dengan menggunakan segala macam jenis kendaraan. Pengutipan diatur sedemikian rupa dan menjadi PAD bagi Tapsel. Tenun Sipirok saat ini sudah menjadi trade marknya Tapsel, dan sejumlah obyek wisata Tapsel ini setiap hari libur, khususnya hari-hari besar selalu dipadat oleh pengunjung, baik dari Tapsel bahkan dari luar Tapsel. Selain itu selama 4 tahun terakhir ini Pemkab Tapsel di bawah kepemimpinan Ongku P Hasibuan tiada kenal lelah dan tak pernah berhenti dan terus gencar untuk mempromosikan objek wisata yang ada di Tapsel ke luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri untuk menggaet para investor mengembangkan potensi wisata Tapsel. (phn)

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Potensi Wisata Tapsel Dilirik Investor Jepang & AS Posted on Category Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,621 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. tempat wisata lagi yg ketinggalan..
    air terjun sitimbulan yg berada di kec.marancar.kab.tapsel..
    dan air terjun si lima.lima…
    yg dpat di akses dari psp (2 jam)

Ada 1 Komentar untuk “Potensi Wisata Tapsel Dilirik Investor Jepang & AS” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.