Kembali Ke Atas

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Tabagsel » Pimpinan SKPD Kab. Padang Lawas Kurang Inovatif, Bupati Kesal

Pimpinan SKPD Kab. Padang Lawas Kurang Inovatif, Bupati Kesal

www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Padang Lawas yang dinilai kurang inovatif dalam menjalankan program pembangunan, memicu kemarahan Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis SH.

Menurut Bupati, etos kerja pimpinan SKPD yang tidak ada memiliki program yang inovatif dan konstruktif dalam membangun Palas yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Mulai dari bidang pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, kebersihan, perhubungan, koperasi, UKM, sistem kualitas pekerjaan fisik proyek, kesehatan. Bahkan tingkat camat sekalipun tidak ada yang memiliki inisiatif kerja yang mempunyai gagasan sesuai dengan visi-misi Pemkab Paluta.

Kekesalan Bupati ini disampaikan dalam acara pembukaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Paluta untuk tahun 2011, di Gedung Nasional, Sibuhuan, Selasa (23/3).

Bupati mengaku, ia bersama wakil sudah memasuki tahun ke-2 dalam menjabat sebagai Bupati pasca dipilih langsung oleh rakyat pada tahun 2008 lalu. Namun, hingga sekarang diakuinya masih banyak program yang belum tercapai secara merata, khususnya di bidang peningkatan kesejahteraan rakyat.

Termasuk akses jalan ke daerah terisolir seperti ke daerah Sihapas Kecamatan Barumun Tengah. Dan belum ada jalan lintas kabupaten yang bisa masuk roda empat ke daerah tersebut, kecuali dari jalan Kabupaten Paluta, Simpang Huta Baru Poken Selasa, Kecamatan Portibi, sehingga persoalan tersebut harus menjadi agenda prioritas pihaknya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) ke depan.

“Saya melihat tidak ada Camat, Kadis yang memiliki inisiatif, pandangan program yang bergerak dalam segala persoalan yang ada, termasuk selama ini ke semrawutan Kota Sibuhuan. Mulai dari arus jalan lalu lintas yang sempit akibat adanya pedagang kaki lima di Pasar Sibuhuan, kebersihan Kota Sibuhuan juga tetap tidak terjaga, tidak ada inisiatif gagasan program untuk melakukan pembenah. Berkoordinasilah dengan pihak-pihak terkait,” pesan Bupati.

Begitu juga dengan Kehutanan, lanjut Bupati, jangan kerjanya hanya melakukan penebangan kayu, coba buat gagasan konsep bagaimana mereboisasi hutan. Hal ini seharusnya yang dibuat Kadis. Begitu juga di bidang pertanian, buatlah tanaman palawija yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil dan memiliki dampak yang positif terhadap masyarakat.

“Kepada Camat juga saya tegaskan buat program skala prioritas yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, bagaimana bisa pembangunan di Palas bisa maju, kalau hanya saya sendiri yang akan memikirkannya, buatlah konsep pembangunan yang berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Bupati di hadapan ratusan peserta dari berbagai SKPD di Palas.

Kegerahan Bupati Palas yang terkenal humoris tersebut bukan tidak berdasar, pasalnya selama ini banyak keluhan datang dari masyarakat, bahkan di acara penutupan MTQN ke-3 Palas di Binanga Kecamatan Barteng, ada seseorang ustad datang kepada dirinya menyebutkan, kalau banyak terdengar isu miring di tengah-tengah masyarakat, bahkan di kedai-kedai, kalau Palas itu memiliki singkatan Pembangunan Amat Lambat Sekali (PALAS), sehingga membuat Bupati sangat merasa termotivasi untuk membangun Palas ke depan setelah mekar dari Tapsel tahun 2007 lalu sesuai dengan UU Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Palas.

60 Persen P-APBD Dihabiskan

untuk Perjalanan Dinas

Bupati makin berang di hadapan ratusan peserta Musrenbang. Sebab, selama tahun 2009, 60 persen P-APBD Palas 2009 habis untuk perjalanan dinas (SPD). Maka ke depannya buat lah suatu gebrakan program yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat termasuk dalam program pembangunan daerah.

“Saya ingatkan dan minta tolong kepada Kadis PU agar dalam membuat pengawas proyek haruslah yang benar-benar mengetahui bidang pekerjaannya, karena sudah kita temukan seperti Jalan Bhakti, pelebaran jalan protokol, banyak yang mutunya sangat prihatin sekali. Saya tegaskan kepada Kadis catat nama-nama perusahaan yang nakal pada tahun 2009,” pungkas Bupati.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak perlu rekanan dari luar Kabupaten Palas selagi masih ada yang memiliki potensi di daerah ini, maka silahkan dicatat nama-nama rekanannya agar diblack list tahun ini. “Kita harapkan ke depan pembangunan Palas dapat lebih baik lagi dengan harapan semua pihak harus saling mendukung terutama dalam program pembangunan yang menyentuh kehidupan rakyat,” pesan Bupati dengan nada suara tinggi.

Mahasiswa: Ganti Saja

Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Palas (GMP3) menilai Bupati sudah saatnya melakukan mutasi besar-besaran. Pasalnya, sudah saatnya regenerasi di lingkungan Palas, karena ada pejabat di lingkungan Pemkab Palas sejak pemekaran terjadi belum pernah diganti.

“Perlu ada regenerasi, Bupati tidak perlu menyampaikan hal tersebut ke dunia luar, cukup buat saja kebijakan mutasi. Bupati kan pembuat keputusa, jadi mutasi saja, buat saja regenerasi yang memiliki visioner sesuai dengan pandangan Bupati untuk membangun Palas ke depan,” ujar Ketua GMP3, Mardan Hanafi.

Untuk diketahui, Kepala BKD Palas melalui Kabid Mutasi, Erwin Saleh Lubis, menegaskan, sejauh ini belum ada usulan mutasi masuk ke pihaknya, meski diketahuinya memang ada rencana resuffle di Pemkab Palas akhir Maret ini.

“Tidak ada, belum ada masuk, kalau ada nanti saya kasih tahu,” tegasnya Selasa (23/3). (amr)

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com

Pimpinan SKPD Kab. Padang Lawas Kurang Inovatif, Bupati Kesal Posted on Category Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Belum Ada Komentar untuk “Pimpinan SKPD Kab. Padang Lawas Kurang Inovatif, Bupati Kesal” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.