Padangsidimpuan Online Information

Home » Tabagsel » Harga Gabah Naik Rp200 per Kg Di Kab. Padang Lawas

Harga Gabah Naik Rp200 per Kg Di Kab. Padang Lawas

www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Memasuki musim panen, harga gabah berbagai jenis padi di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami kenaikan harga sekitar Rp200 per kilogram (Kg). Saat ini, harga gabah Rp2.200 per kg di tingkat pengumpul. Sebelumnya, harga gabah Rp2 ribu per kg.

Warga Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Tongku Malim dan Baginda Parlaungan, kepada METRO, Minggu (11/4), mengatakan, kenaikan harga gabah sudah berlangsung sejak 2 minggu terakhir. “Kita terkejut informasi dari toke kalau harga naik, jarang biasa terjadi begini. Biasanya harga turun secara drastis. Selama ini, warga lagi panen harga pasti anjlok dan biasanya turun hingga Rp500 per kg,” sebut warga saat menjual gabah masing-masing ke toke di Desa Sidongdong, Kecamatan Barteng.

Di Kecamatan Huristak, Barumun, Lubuk Barumun, Sosopan, harga gabah juga mengalami kenaikan, meskipun saat ini warga sedang musim panen padi. Namun, kondisi kenaikan harga di wilayah Sosopan dan Huristak tergantung jarak tempuh desanya, semakin sulit dilalui kendaraan, dan kenaikan harga tidak begitu besar. “Pokoknya harga gabah mengalami kenaikan. Tapi, ada perbedaan kalau masuk ke pelosok harga juga lebih rendah, seperti saat ini ada harga gabah naik hanya Rp100 per kg dari harga sebelumnya Rp2.000 per kg,” ucap Pulungan warga Sosopan.

Warga Sibontar, Subhan, mengaku, ia langsung menjual gabah miliknya sebanyak 2 ton untuk keperluan sesuatu, mengingat mumpung harga sedang mengalami kenaikan. (amr)

Redaksi: apakabarsidimpuan[at]gmail.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Pahompu di apakabarsidimpuan[at]gmail.com,
telepon 0813 6147 4822.
Harga Gabah Naik Rp200 per Kg Di Kab. Padang Lawas Posted on Category Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Belum Ada Komentar untuk “Harga Gabah Naik Rp200 per Kg Di Kab. Padang Lawas” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan)