Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Headline, Sumut » Apa Kau, Main Kita… – Pimpinan DPRD Medan Berkelahi, Kepala Dinas Tertawa

Apa Kau, Main Kita… – Pimpinan DPRD Medan Berkelahi, Kepala Dinas Tertawa

MEDAN-Rapat paripurna penggantian Ketua DRD Medan, dan Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan, Senin (28/6), berakhir ricuh. Denni Ilham Panggabean, Ketua DPRD yang akan diganti, terlibat adu mulut dan nyaris baku hantam dengan Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu dan Wakapoltabes Medan AKBP Andreas K.

RICUH: Denni Ilham Panggabean (kiri), menghardik Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy, sebelum Rapat Paripurna Penggantian Ketua DRD Medan dan Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (28/6).//ANDRI GINTING/SUMUT POS

Bahkan Denni sempat menantang Ikrimah. ”Apa kau, main kita…,” tantang Denni sembari mendorong Ikrimah. Suasana panas pun kontan terasa di ruang yang mestinya terhormat itu. Beruntung, adu fisik keduanya bisa dicegah. Aparat kepolisian yang berjaga-jaga langsung memegang tubuh Ikrimah dan berusaha menenangkannya, lalu mengajaknya ke bagian tengah ruang rapat paripurna.

Melihat keributan itu, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari kepala dinas dan pejabat setingkatnya tersenyum dan sebagian lagi malah tertawa lalu keluar ruangan. Tak ada SKPD yang tersisa di ruang paripurna DPRD Medan tersebut, termasuk Sekwan, Erwin Lubis, juga masuk ke ruang Fraksi Partai Golkar

Pergantian Ketua DPRD Medan, Denni Ilham Panggabean dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. 11-SK/DPP.PD/V/2010 tertanggal 14 Mei 2010 prihal pergantian ketua DPRD Medan yang ditindaklanjuti surat DPC Partai Demokrat Kota Medan No. 032/DPC.PD/M/V/2010 tentang pergantian unsur ketua DPRD Medan.

Berkaitan hal ini, sejumlah pimpinan DPRD Medan menggelar rapat pimpinan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 16/2010 tentang pedoman penyusunan Tata Tertib DPRD Medan pasal 42 dan 43. Di mana dalam pasal tersebut dinyatakan, bila ketua DPRD Medan diberhentikan, maka anggota pimpinan lainnya menetapkan Plt Ketua DPRD Medan untuk melaksanakan paripurna pemberhentian DPRD Medan.

Ketika sidang akan dimulai muncul tanda-tanda perseteruan antara pimpinan DPRD Medan. Saat itu, sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Medan, Plt Ketua DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu ditunjuk sebagai pimpinan sidang.

Ketika rapat paripurna akan dibuka pukul 10.00, Denni Ilham yang duduk di kursi pimpinan DPRD Medan langsung berang dan menyatakan dirinya yang memiliki hak memimpin rapat paripurna . Pasalnya dirinya masih ketua DPRD Medan sesuai dengan SK DPP Partai Demokrat yang lalu.
“Kami hanya melaksanakan aturan sesuai dengan PP No. 16/2010, jadi saya memiliki hak untuk memimpin rapat paripurna pemberhentian Ketua DPRD Medan ini,” kata Sabar.

Tak ayal, laga argument antara kubu pimpinan juga dimulai. “Saya punya SK DPP Partai Demokrat yang terbaru No. 18-SK/DPP. PD/DPC/V/2010 tentang pengembalian jabatan ketua DPRD Kota Medan sesuai surat rekomendasi No. 157/RKMD/DPP-PD/VIII/2009 tertanggal 31 Agustus 2009 tentang hasil penjaringan DPRD Medan,” ucapnya pada paripurna tersebut.

Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy lantas mempertanyakan keaslian SK tersebut. Denni mengatakan, surat aslinya ada pada dirinya.

“Ini copy-an surat asli. Dan yang asli ada sama saya. Jadi, tidak bisa begitu saja mengganti-ganti jebatan ketua. Saya masih tetap ketua DPRD,” ujar Denni Ilham dengan suara tinggi.
Karena merasa didesak untuk menujukkan surat asli, Denni langsung mendorong tubuh Ikrimah hingga nyaris terjungkal. Untung saja, tubuh Ikrimah ditampung oleh beberapa orang yang berada di belakangnya.

Tidak puas dengan perlakukan itu, Ikrimah berusaha membalas. Sementara Denni kembali menantang Ikrimah. “Apa kau, main kita…,” tantang Denni Ilham kepada Ikrimah.
Ditantang seperti itu, Ikrimah berusaha mendekati Denni. Untungnya, perkelahian fisik antar dua pimpinan di DPRD Medan itu bisa dicegah. Aparat kepolisian yang berjaga-jaga langsung memegang tubuh Ikrimah dan berusaha menenangkannya, sembari mengajaknya ke bagian tengah ruang rapat paripurna.

Kepada polisi Ikrimah mengatakan, bukan hendak memperkeruh suasana. Ia mengaku berupaya membuktikan kebenaran pernyataan Denni Ilham Panggabean. “Kalau memang ada surat aslinya, yah saudara Denni tetap dikembalikan jabatannya. Seharusnya ia menghormati keputusan dari partainya. Ya sudahlah ini masalah Demokrat,” ujar Ikrimah.

Denni Ilham Panggabean juga sempat berdebat dengan Wakapoltabes Medan AKBP Andreas K.
Wakapoltabes berupaya untuk bernegosiasi dengan Denni dan meminta agar menskor rapat. Namun anjuran itu tidak digubris. Denni, Wakapoltabes tidak mengetahui prosedur dewan. “Bapak tidak tahu prosedur rapat ini. Asal bapak tahu, rapat ini harus tetap dijalankan,” tuturnya.
Mendengar perkataan itu, AKBP Andreas menegaskan, hanya mengklarifikasi. “Saya ingin menjaga kekondusifitasan rapat ini. Ada baiknya jika di skor terlebih dahulu. Guna menenangkan kondisi. Nah, dengan itu para anggota dewan juga bisa berkomunikasi dengan fraksi-fraksinya,” ujarnya kepada Denni Ilham. Mendengar jawaban itu, tetap saja Denni Ilham bersikeras hendak melanjutkan rapat tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu mencoba menenangkan suasana dan berusaha menskor rapat. Tatkala Sabar hendak menggunakan mikrofon di podium, Denni yang semula sudah kembali duduk di kursi ketua DPRD Medan langsung bangkit dan merebut mikrofon di podium yang sedang digunakan Sabar. Denni menghardik Sabar lalu membanting mikrofon hingga menimbulkan suara keras. “Nggak betul apa yang kau lakukan,” tuding Denni kemudian memukul meja pimpinan dewan.

Melihat perilaku Denni, Sabar balik memukul podium tersebut dan sembari berteriak-teriak.
Melihat gelagat akan terjadinya baku hantam, sejumlah anggota dewan lainnya serta aparat kepolisian langsung memisahkan keduanya.

Di luar sidang, Wakil Sekretaris DPC Demokrat, Ir H Tampubolon MS, kepada Sumut Pos mengatakan, surat yang dipegang Denni Ilham bukanlah surat asli. “Memang Denni membawa surat tertanggal 20 Mei tentang pengembalian jabatannya. Namun ketika dikonfirmasi ke pimpinan Partai Demokrat pusat, Hadi Utomo, ternyata surat itu tidak benar. Yah berarti itu surat palsu,” ujarnya.

Pjs Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Medan, Bangun Tampubolon mengatakan, surat yang dipegang oleh Denni Ilham Panggabean palsu. Pihaknya menyatakan ini sesuai dengan hasil konfirmasi dengan pendiri dan pengurus DPP Partai Demokrat, bahwa DPP Partai Demokrat tidak ada mencabut No. 11-SK/DPP.PD/V/2010 tertanggal 14 Mei 2010.

“Jadi surat yang dipegang Denni palsu, dan sampai saat ini kami masih pengurus yang sah ditunjuk oleh DPP Partai Demokrat pusat,” tegasnya.

Terancam PAW

Atas perlawanan Denni Ilham menolak SK dan mencoba memalsukan SK ini, Bangun menyatakan, pihaknya segera menyampaikan persoalan ini ke DPP Partai Demokrat. Dengan adanya ini, maka segala kebijakan dan kode etik secara partai diserahkan ke DPP Partai Demokrat.

“Tentunya ada sanksi yang diberikan, inikan sudah melawan aturan partai,” ujarnya di hadapan wartawan dan seluruh anggota DPRD Medan dari Partai Demokrat.

Saat ditanyakan, apa ancaman terburuk terkait persoalan ini, Bangun menegaskan, semuanya kewenangan DPP Partai Demokrat. “Kami tetap sampaikan persoalan ini ke DPP Partai Demokrat,” tegasnya.

Mengenai adanya kerusakan aset Negara dan dirusak oleh Denni serta adanya pengakuannya di ruang persidangan, dia menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Plt Ketua DPRD Medan dan Sekwan DPRD Medan. “Hal ini berkaitan kepada internal DPRD Medan, sedangkan persoalan dengan partai Demokrat, kami bawa ini ke DPP Partai Demokrat,” ucapnya.

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/06/apa-kau-main-kita%E2%80%A6.html

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com


Apa Kau, Main Kita… – Pimpinan DPRD Medan Berkelahi, Kepala Dinas Tertawa Posted on Category Headline, Sumut. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,590 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. wewewelweh…..
    Ingat pesan Oppung kita weeeeeeee…… Tak perlulah Jabatan itu untuk membangun bangsa ini, tapi yang paling penting adalah bagaimana membuat sesuatu untuk bangsa ini tanpa jabatan sekalipun….

    Kalau sudah begini… dibuatkan saja satu ruang untuk Ring Tinju sasana di setiap Gedung DPR, jadi kalau ada yang seperti itu, langsung giring aja ke ring itu.. biarkan mereka melampiaskan amarah masing-masing, sedangkan anggota DPRD yang lain biarkan meneruskan kegiatan DPRDnya… ha.ah.aha.a..a.a.h.

  2. MAIN KITA !!!!! main apa bang ? itu main kayak Ariel dan Luna – lah ! hikkkkk….hikkkk… hikkkkkk anggota De-pe-er kog preman betul ?

  3. BUNG ROONRRUR.KALAU ARIEL BKN BEGITU….tapi begini kira-kira…..(Judul Topeng:…Buka dulu baj*****mu..kan ku lihat Da***mu…

3 Komentar untuk “Apa Kau, Main Kita… – Pimpinan DPRD Medan Berkelahi, Kepala Dinas Tertawa” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.