Padangsidimpuan Online Information

Home » Headline, Tabagsel » Bajing Loncat Beraksi di Aek Latong

Bajing Loncat Beraksi di Aek Latong

Kawanan bajing loncat beraksi di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu (28/7) sekira pukul 20.00 WIB. Truk bermuatan getah karet yang dikemudikan M Syarif (40), bersama kerneknya Ari (24), menjadi objek penjarahan yang dilakukan komplotan bajing loncat.

aek latong

Informasi dihimpun METRO dari beberapa warga dan pihak Polsek Sipirok, Kamis (29/7) menyebutkan, truk pengangkut karet tersebut berangkat dari Kota Padangsidimpuan (Psp) dengan tujuan Kota Medan. Kawan pencuri itu terlebih dahulu menaiki truk fuso yang sedang berjalan lalu menurunkan barang di dalam truk satu persatu di tengah jalan.

Aksi bajing loncat terungkap bermula dari pengamatan sang sopir, Syarif saat melihat kaca spionnya di jalur jalan rusak Aek Latong, persisnya setelah melewati tanjakan menuju arah Medan. Di mana satu-persatu barang angkutannya getah karet berjatuhan.

Syarif pun lalu menghentikan truknya dan menyuruh kernetnya turun untuk memeriksa. Kernet truk pun turun dari truk sembari membawa pipa besi yang biasa membuka baut roda (aspak). Kecurigaan sopir ternyata benar adanya. Itu setelah sang kernet lantas melihat seorang pelaku beraksi, di mana tenda truk sudah terbuka. Pelaku pun kabur.

Melihat barang bawaannya dicuri, si kernet mencoba mengejar pelaku yang lari ke lokasi pekuburan di wilayah tersebut. Namun mengingat situasi yang sepi dan kegelapan malam, akhirnya aksi pengejaran dihentikan dengan pertimbangan aksi seperti itu, pelaku lebih dari satu orang.

Kemudian, sopir dan kernet memperbaiki tenda truk yang terbuka, dan sopir pun melanjutkan perjalanan hingga jembatan Sihoru-Horu atau sekitar 3 kilometer dari Aek Latong yang masuk Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok untuk meminta bantuan dari warga setempat.

Selanjutnya, di kedai bermarga Siregar di sekitar jembatan Sihoru-Horu, Syarif menceritakan kejadian yang dialaminya kepada warga. Kemudian bersama beberapa warga, truk kembali ke Aek Latong untuk memastikan kejadian tersebut sekaligus menghubungi pihak Polsek Sipirok.

“Aksi tersebut diketahui bermula dari kecurigaan sopir melihat melalui kaca spion bahwa barang bawaannya berjatuhan. Lalu kernetnya turun dan mengejar pelaku yang lari ke arah pekuburan. Tapi akibat kondisi gelap dan berbagai pertimbangan, pengejaran dihentikan, dan sopir melanjutkan perjalanan untuk meminta bantuan,” ujar Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH melalui Kapolsek Sipirok AKP Sabar Nainggolan kepada METRO, Kamis (29/7).

Diceritakan Kapolsek, berdasarkan keterangan warga yang berangkat kembali menuju Aek Latong bersama truk, warga sempat melihat mobil Zebra Karoseri warna hitam dengan tiga penumpang di dalamnya dan bermuatan beberapa gumpal getah karet. Bahkan, warga sempat menanyai orang di dalam mobil Zebra tersebut, namun mengaku getahk karet tersebut milik sendiri.

Karena curiga dengan gumpalan karet yang berlumpur, warga kemudian mengikuti mobil Zebra tersebut menuju arah Sipirok. Sementara personel kepolisian yang telah dihubungi sebelumnya, sudah menunggu dan siap memeriksa setiap kendaraan yang akan melintas.

Melihat pihak kepolisian yang sedang melakukan pemeriksaan di Jalinsum Pasar Sipirok, sopir mobil Zebra tersebut tancap gas dan berhasil lolos. Mengetahui itu, personel Polsek Sipirok tidak mau tinggal diam dan terus mengejar sekaligus berkoordinasi dengan Detasemen C Brimobdasu yang ada di Maragordong, Kecamatan Angkola Timur.

Akan tetapi, mobil Zebra terus tancap gas hingga akhirnya di tikungan manis sekitar 50 meter sebelum simpang tiga menuju Tabusira, Kecamatan Angkola Timur, mobil tersebut sudah tersungkur di parit jalan. Namun ketika didapati, kondisi mobil sudah kosong, di mana tiga orang yang diduga pelaku bajing loncat berhasil melarikan diri ke areal perkebunan sawit.

“Kejar-kejaran sempat terjadi. Tapi sekira pukul 23.30 WIB, mobil tersebut sudah tersungkur di parit jalan di Maragordong. Sedangkan pelaku melarikan diri ke areal perkebunan warga,” ujar Kapolsek Sipirok AKP Sabar Nainggolan.

Ditambahkan Kapolsek Sipirok, sebagai barang bukti mobil Zebra warna Hitam BB 1086 LM, beserta 6 gumpalan karet kering telah diamankan di Mapolsek Sipirok. “Untuk melalukan pelacakan terhadap pelaku, kita akan mulai dengan petunjuk surat-surat seperti STNK yang tertinggal, barang bukti berupa 6 gumpalan karet dan satu unit mobil,” sebut Kapolsek.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Bajing_Loncat_Beraksi_di_Aek_Latong

Redaksi: apakabarsidimpuan[at]gmail.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Pahompu di apakabarsidimpuan[at]gmail.com,
telepon 0813 6147 4822.
Bajing Loncat Beraksi di Aek Latong Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Komentar

  1. Dengan adanya bajing loncat ini itu pertanda bahwa pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Sipirok kurang memperhatikan kondisi/situasi jalan lintas Sumatera di Aek Latong belakangan ini. Seharusnya dan sudah sepatutnya ada pos Pilisi di lokasi itu karena seringnya terjadi kenderaan yang mogok atau tidak mampu menaiki tanjakan. Banyak orang yang berprofesi pemeras dengan berkedok menolong disitu. Usul kongkritnya adalah supaya ada personil Polisi yang standby di lokasi Aek Latong, barangkali dapat menjadi pencegah terulangnya bajing loncat dan atau setidaknya mengurangi tindakan pemerasan berkedok menolong disitu…..! Muda habang pe borong-borong, Inda bisa i muda so marhabong. Muda lewat hita sian Aek Latong, Roha dohot caku pe akkon morong-orong….Horas

  2. betul itu bang Bangun…

2 Komentar untuk “Bajing Loncat Beraksi di Aek Latong” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan)