Diduga untuk memperlancar proses pelelangan tender di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sibolga, sejumlah oknum-oknum tertentu kecipratan “rezeki” yang disinyalir sebagai uang pengamanan. Hal ini terlihat adanya oknum yang tidak ada kaitannya dengan Dinas PU Sibolga membagi-bagikan uang tersebut.
Informasi dihimpun dari salah seorang warga menuturkan, pembagian uang keamanan yang dibagi-bagikan kepada oknum-oknum tertentu tersebut merupakan uang pengamanan. Pasalnya, dengan dibagikannya uang tersebut, diharapkan proses pelelangan tender dapat berjalan dengan lancar dan tidak mendapat tekanan dari pihak manapun, dan sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh oknum yang berkepentingan dengan pelelangan tersebut.
“Ironisnya, oknum yang membagi-bagikan uang pengamanan tersebut bukanlah orang yang berkaitan dengan Dinas PU Kota Sibolga, seperti tahun sebelumnya. Sehingga hal ini mengesankan oknum yang bersangkutan memiliki kepentingan pribadi dan tentunya hal ini sudah bertentangan dengan Keppres 80 tahun 2003 dan perubahannya,” tukasnya.
Masih menurutnya, dirinya menduga pembagian uang pengamanan ini dibagikan oleh orang luar seakan-akan Dinas PU sudah memberikan wewenang sepenuhnya kepada oknum yang bersangkutan.
“Kita tidak tahu, apakah ini memang sengaja dikondisikan oleh dinas PU Sibolga. Karena nilai uang pengamanan tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah,” bebernya seraya menambahkan uang pengamanan yang bervariasi.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas PU Kota Sibolga, Ir Rijal Lubis saat dikonfirmasi merasa kaget dengan adanya uang pengamanan yang sudah dibagi-bagikan tersebut. “Sampai saat ini, kita belum mengetahui adanya uang pengamanan untuk proses pelelangan tender yang dilaksanakan di Dinas PU Kota Sibolga sudah dibagi-bagikan. Karena Dinas PU Sibolga belum ada mengeluarkan biaya dengan dalih uang pengamanan,” tegasnya.
Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Proses_Tender_di_PU_Sibolga_Diwarnai_Bagi-bagi_Uang
Informasi pemasangan iklan
hubungi Pahompu di apakabarsidimpuan[at]gmail.com,
telepon 0813 6147 4822.




