Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Padang Sidempuan- Tapanuli Selatan sudah tujuh bulan tidak menerima honor operasional. Padahal dana mereka ada ditampung di APBD 2009 lalu melalui dana hibah sebesar Rp50 juta, sehingga kegiatan kemanusian yang mereka lalukan berjalan apa adanya saja, tapi entah kenapa kok mereka tidak bisa menerima dana tersebut.
Dikatakan Direktur Eksekutif Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN-RI) Sangkot Simamora kepada BATAKPOS, Kamis (29/7), mestinya uang tersebut harus segera dicairkan, mengingat kinerja yang dilakukan oleh PMI Padang Sidempuan dan Tapsel meliputi tiga kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Tapsel, Padang Lawas Utara (Paluta), Padang Lawas (Palas), dan Kota Padangsidempuan. Lagipula tidak ada hak Pemkab Tapsel menahan dana tersebut, apalagi dana tersebut statusnya hibah.
“Jika dalam waktu dekat hal itu belum juga dicairkan maka kami akan membuat laporan tertulis agar pihak berwenang segera mengambil tindakan,” ujarnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan dengan Kepala Markas PMI Cabang Padang Sidempuan- Tapsel Khadijah Lubis membenarkan bahwa mereka sudah hampir tujuh bulan tidak mendapat dana operasional. Maka kerja yang dilakukan itu hanya sekadar saja.
“Maka tak heran jika terjadi kerepotan kalau ada orang yang minta darah di PMI Padang Sidempuan-Tapsel yang mengalami kekosongan,” ujarnya.
Selanjutnya ketika dikonfirmasi kepada Sekretaris PMI Cabang Padang Sidempuan dr Sri W menyebutkan, bahwa dana itu tak bisa dicairkan, karena ketuanya Sekdakab Tapsel Affan Siregar tidak pernah ada di tempat.
“Ya gimana kita tidak kasihan melihat mereka, maklumlah ketua juga gak pernah, sejak kalah pilkada kemarin Pak Sekda nggak bisa ditemukan,” ucapnya.
Sumber: www.batakpos-online.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Pahompu di apakabarsidimpuan[at]gmail.com,
telepon 0813 6147 4822.




