Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Sumut » Polresta Siantar Diserang, TNI Resmi Minta Maaf

Polresta Siantar Diserang, TNI Resmi Minta Maaf

Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi meminta maaf kepada Polri terkait penyerangan Mapolresta Pematangsiantar oleh oknum TNI, Selasa (17/8) malam. Permintaan maaf ini telah disampaikan sejumlah petinggi TNI saat bertemu petinggi Polresta Pematangsiantar, di Mapolresta, Rabu (18/8).

MINTA MAAF- Danrem 022/PT Kolonel Kav Wahardono, usai pertemuan di Mapolresta Pematangsiantar, Rabu (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Danrem menyatakan TNI memohon maaf kepada Polri.

Jajaran petinggi TNI yang bertemu petinggi Polresta Pematangsiantar, antara lain Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Kav Wahardono, Dandim 0207/Simalungun Letkol Anton Irianto Popang, Danyonif 122/Tombak Sakti Letkol Inf Amarullah, Danrindam I/BB Kolonel Inf Binarko, dan Dandenpom I/1 Mayor CPM Dedi Suryana.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, dihadirkan dua oknum TNI yang merupakan tersangka penyerangan. Keduanya ditangkap Denpom Pematangsiantar dan dihadirkan dengan mengenakan seragam beladiri.

Setelah hampir dua jam melakukan pertemuan, satu per satu petinggi TNI meninggalkan Mapolresta Siantar. Saat hendak memasuki mobilnya, Danrem 022/Pantai Timur, Kolonel Kav Wahardono, sempat memberikan komentar kepada beberapa wartawan. Danrem mengatakan, oknum TNI yang melakukan penyerangan sudah diamankan dan akan diproses hukum.

“Pertemuan sudah selesai dan pelaku sudah diproses,” ujar Danrem.

Selanjutnya Danrem mengatakan, dalam pertemuan tersebut TNI sudah meminta maaf kepada polisi atas insiden yang terjadi Selasa malam. Katanya, TNI dan Polri ibarat saudara, sehingga TNI tidak boleh arogan, apalagi bertindak sewenang-wenang terhadap Polri. Dijelaskan pula, persoalan itu akan dituntaskan sesuai prosedur, dan yang pasti pihak TNI telah meminta maaf secara resmi atas peristiwa memalukan itu. “TNI minta maaf kepada polisi. TNI tidak bisa sewenang-wenang,” ujarnya.

Jalani Pendidikan

Denpom 1/I Pematangsiantar mengamankan dua tersangka penyerangan Mapolresta Pematangsiantar. Keduanya oknum TNI asal Kodam I Bukit Barisan yang sedang menjalani pendidikan di Rindam Pematangsiantar. Keduanya yakni Serda ED dan Praka ID. Kedua oknum ini di ketahui sudah lima bulan mengikuti pendidikan di Rindam dan tinggal dua bulan lagi keduanya akan menyelesaikan pendidikan.

Pabungpen Polresta Pematangsiantar, Kompol Muslim Mhd usai rapat koordinasi petinggi-petinggi TNI dan Kapolresta serta jajarannya kemarin menerangkan, tersangka akan tetap diproses sesuai prosedur militer. Bersamaan dengan itu, katanya, pimpinan Rindam I/Bukit Barisan, Kolonel Binarko sudah meminta maaf kepada Polresta Siantar. Termasuk, kedua tersangka juga sudah meminta maaf saat dipertemukan dengan para pemimpin TNI di Siantar-Simalungun serta Kapolresta dan jajarannya.

Selanjutnya, kata Muslim, petugas Sat Reskrim Polresta Pematangsiantar juga akan memanggil Ag (20), pengendara sepedamotor yang ditilang petugas Sat Lantas, Selasa (17/8) untuk dimintai keterangan, termasuk beberapa orang yang diduga terlibat melakukan perusakan.

Namun begitu, Muslim membantah adanya penyerangan malam itu. Menurutnya, dalam peristiwa tersebut, oknum TNI hanya mendatangi Mapolresta, bukan menyerang.

“Mereka bukan menyerang, tidak ada kata menyerang. Mereka hanya mendatangi Mapolresta dan mencoba mengeluarkan sepedamotor kerabatnya yang ditahan. Sampai saat ini, petugas Denpom 1/I Pematangsiantar sudah mengemankan dua tersangka, masing masing berpangkat Serda dan Praka dari Makodam yang sedang menjalani pendidikan di Rindam. Keduanya juga sudah meminta maaf secara langsung, termasuk pimpinan satuannya langsung mengucapkan maaf tadi,” kata Muslim.

Informasi dihimpun METRO, dua tersangka diamankan saat sedang mengikuti latihan beladiri di Rindam I/Bukit Barisan, Rabu (18/8) pagi. Usai pertemuan, kedua tersangka langsung diboyong menuju Markas Denpom 1/I Pematangsiantar untuk diproses hukum. Keduanya dimasukkan ke bagian belakang mobil dinas Denpom jenis Kijang Innova. Mobil tersebut langsung tancap gas sebelum kedua tersangka sempat diwawancarai.

Sumber terpercaya di tubuh TNI yang ditemui kemarin menyebutkan, meski secara resmi telah memroses dua oknum, pihak TNI masih terus melakukan penyelidikan guna mendalami kasus tersebut. Penyelidikan, katanya, juga ditujukan untuk mencari tahu keterlibatan oknum TNI lainnya dalam kasus yang telah mencoreng ‘persaudaraan’ TNI dan Polri tersebut. “Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas,” katanya.

Dandenpom I/1 Mayor CPM Dedi Suryana yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan kedua tersangka menyarankan untuk langsung menemui bagian Penerangan Korem 022/PT. Sedangkan pihak Penrem melalui Kapenrem 022/PT Mayor Caj Prinaldi kemarin tidak berada di tempat. Begitupun Dantim Intel Korem 022/PT. Sebab saat dihubungi ponsel yang bersangkutan tidak aktif.

Sementara Kassubid Dok Liput Poldasu, AKBP MP Nainggolan di ruangannya, kemarin, menerangkan, sesuai putusan rapat petinggi TNI dan Polri di Pematangsiantar, bila terbukti ada kesalahan pada anggota masing-masing, akan ditindak.

“Sudah diselesaikan dan dilaksanakan rapat dengan Danrem dan Danrindam. Hasilnya, bawahan yang bersalah akan ditindak,” ujar Nainggolan.

Warga Sipil Diincar

Diduga, warga sipil terlibat dalam peristiwa penyerangan Mapolresta Pematangsiantar. Sejauh ini, nama-nama warga sipil tersebut sudah tercatat di Sat Reskrim Polresta Pematangsiantar. Bahkan korban pengeroyokan oknum TNI dan warga sipil, Komar Karo-karo (29), anggota Batuan Polisi (Banpol) atau pekerja harian lepas yang bertugas menjaga barang bukti hasil sitaan razia Sat Lantas di malam kejadian, sudah membuat pengaduan resmi bernomor LP/508/VIII/2010/SU.STR.

Dalam pengaduannya, Komar melaporkan EP br S (28) warga Kampung Bandar Tonga, Kelurahan Bandar Tonga, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun dan rekan-rekannya dengan ancaman 6 pasal sekaligus. EP br S dituding telah melakukan penghasutan kepada orang lain di muka umum untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum, atau tidak menuruti ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan. Atau melakukan penganiayaan atau kekerasan terhadap orang lain secara bersama-sama di muka umum. Ataupun setidaknya menyuruh orang lain untuk melakukan tindak pidana kekerasan di muka umum secara bersama-sama, dan setidak-tidaknya melakukan pencurian berupa barang tanpa izin, seperti tercantum dalam Pasal 160 dan atau 170 subs 351 dan Pasal 363 Yo Pasal 55, 56 KUHPidana.

Dalam pengaduannya Komar menerangkan, Selasa (17/8) sekira pukul 20.30 WIB, ia sedang bertugas menjaga barang bukti sepedamotor sitaan dari berbagai operasi dan razia di halaman Mapolresta Pematangsiantar. Korban dikejutkan dengan kedatangan EP br S didampingi belasan pria. Selanjutnya EP br S meminta sepedamotor Yamaha Vega BK 6257 WJ untuk segera dikeluarkan. Diketahui sepedamotor tersebut pada Selasa (17/8) siang ditilang petugas Satlantas bernama Rd di kawasan Jalan Sutomo. Sebab Ag selaku pengendara tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, Ag juga melawan arah di Jalan Sutomo.

Namun Komar yang hanya bertugas menjaga, mengaku tidak dapat berbuat apa-apa dan mengatakan tidak bisa mengeluarkan sepedamotor. Alasannya, petugas sedang tidak berada di lokasi. Ia pun menganjurkan agar sepedamotor diurus keesokan harinya.

Ternyata kata-kata Komar membuat mereka yang datang marah. Selanjutnya belasan pria berbadan tegap langsung memukul perut, rusuk kanan, dan pipinya. Sedangkan yang lain merusak mobil Dalmas dan pot bunga serta pagar dan terali besi penutup parit di halaman Mapolresta.

Usai mengeroyok Komar, para pria tersebut mengambil secara paksa sepedamotor Yamaha Vega BK 6257 WJ dari tempat penyimpanan. Selanjutnya mereka menjatuhkan beberapa sepeda motor lainnya hingga mengalami kerusakan. Usai itu, mereka berlalu dari Mapolresta.

Kepada wartawan, Komar mengatakan ada 200-an orang yang menyerbu Mapolresta. Ada yang naik kereta, dan ada juga yang naik angkutan. Tapi yang mukuli aku hanya belasan orang. Aku dipukul di sini,” ujar Umar sembari menunjukkan rusuk kanannya yang memar.

Namun bincang-bincang dengan Komar terputus. Sebab seorang personel kepolisian langsung menarik Umar dan mengajaknya masuk ruangan.

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Polresta_Siantar_Diserang_TNI_Resmi_Minta_Maaf_

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com
Polresta Siantar Diserang, TNI Resmi Minta Maaf Posted on Category Sumut. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Belum Ada Komentar untuk “Polresta Siantar Diserang, TNI Resmi Minta Maaf” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.