Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Headline, Tabagsel » Warga Sipirok Unjuk Rasa di DPRD Tapsel – Tolak Sutet di Areal Sawah

Warga Sipirok Unjuk Rasa di DPRD Tapsel – Tolak Sutet di Areal Sawah

Puluhan warga Kecamatan Sipirok, menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (20/8) menolak pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di areal pertanian atau persawahan warga.

Aksi warga dipimpin Syafaruddin Siregar, Faisal Reza Pardede, Robinson Marapaung dan Ismail Sitompul.

Spanduk dan poster penolakan pembangunan jaringan SUTET di Sipirok dibentangkan sekitar puluhan warga Sipirok yang melakukan aksi demo, Jumat (20/8) di gedung DPRD Tapsel.

Dalam pernyataan sikapnya, warga meminta agar pembangunan SUTET dihentikan sebelum ada kesepakatan bersama dengan warga, transparansi perizinan, maupun dampak lingkungan.

Mereka juga meminta PT PLN, segera merelokasi pembangunan jaringan SUTET dari lahan produktif warga ke lahan non produktif, ataupun ke areal yang lebih aman.

Meminta PT PLN, untuk tidak mengabaikan keberlangsungan pendidikan dengan membangun jaringan SUTET persis di atas gedung SMKN I Sipirok dan kabelnya sejajar dengan SMAN 2 Plus Sipirok.

Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Sipirok tahun 2006 dengan pembiayaan uang rakyat tidak memperlihatkan adanya peruntukan ruang untuk pembangunan jaringan SUTET di Kota Sipirok, Kabupaten Tapsel.

Diungkap mereka, sesungguhnya masyarakat Sipirok tidak pernah menghambat pembangunan, apalagi untuk kepentingan negara. Namun demikian, tidaklah bijaksana apabila PT PLN membangun jaringan SUTET di areal pemukiman dan pertanian atau persawahan warga, mengingat masih ada areal lain yang lebih memungkinkan di atas bukit SMAN 2 Plus Sipirok.

Beberapa jam menyampaikan orasi, warga diterima anggota DPRD Tapsel, M Ike Taken Hasibuan, M Yakub Harahap dari Fraksi Demokrat dan anggota DPRD Tapsel lainnya.

Dalam kesempatan itu, para anggota DPRD Tapsel akan membahas dan mempelajari persoalan mengenai pembangunan SUTET di Sipirok.

Sebelumnya beberapa warga bersama Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibual-Buali Sipirok (NNBS), menghentikan proses pembangunan Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PT PLN yang ada di areal persawahan warga Saba Julu, Kelurahan Sipirok Godang,  Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (10/8) dengan alasan meragukan pihak kontraktor belum memiliki IMB dari pembangunan tower, sekaligus meminta pihak kontraktor untuk menghentikan sementara pembangunan.

Ketua NNBS, Faisal Reza Pardede bersama Syaparuddin Siregar kepada METRO mengatakan, adapun dasar keberatan mereka dalam hal pendirian tower berlokasi di lahan masyarakat produktif dan dekat pemukiman perkampungan masyarakat Sipirok.

“Jaringan kabel tegangan tinggi nantinya akan melintas di lahan produktif, areal pendidikan, lokasi objek wisata dan lainnya, dan sampai saat ini menyangkut sosialisasi AMDAL belum ada penjelasan terhadap warga,” kata mereka.

Ditambahkan mereka, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah mengatur mekanisme penataan sarana dan prasarana, serta relevansi suatu wilayah di mana jika masih ada lahan di luar pemukiman, maka jaringan SUTT di bangun di lahan produktif. Tetapi jika masih ada lokasi yang dikategorikan suaka marga satwa, maka pembangunanya lebih relevan di lokasi itu, namun lokasi yang paling ideal adalah lahan yang tidak produktif.

Saparadesta Siregar (44) salah seorang warga setempat kepada METRO mengungkapkan, proses pembangunan tower SUTT di lokasi persawahan Saba Julu, pihak pelaksana telah melalui lahan persawahannya sebagai jalan mengangkut bahan tanpa minta izin terlebih dahulu, bahkan dirinya mengaku tidak pernah di ajak sosialisasi tentang pembangunan.

“Sama sekali saya tidak tahu disana akan dibangun tower, namun setelah saya lihat sawah saya dijadikan jalan mengangkut bahan, lalu saya memagarinya karena mereka belum pernah meminta pada saya, dan sebagai warga saya tidak tahu pasti apa dampaknya nanti jika kabel melintas diatas lahan saya,” tuturnya.

Pihak Kontraktor PT Multi Pab sebagai pelaksana pembangunan, Marwan bersama Bambang Set Menager lapangan ketika  dikonformasi METRO menyampaikan, pihaknya tidak akan berhenti dalam melaksanakan proses pembangunan tanpa instruksi dari pihak PLN selaku pihak yang memberikan tugas.

“Jelas kami siap berhenti mengerjakan bangunan, asal pihak yang menyuruh kami kerja  yakni PT PLN. Jika dikatakan stop kami stop,” kata Marwan dan Bambang.

Mengenai ganti rugi laha, mereka mengaku menjadi tanggung jawab pihak pemborong terhadap warga dengan terlebih dahulu disepakati agar lahannya diizinkan untuk dilalui.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Unjuk_Rasa_Warga_Sipirok_di_DPRD_Tapsel

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com


Warga Sipirok Unjuk Rasa di DPRD Tapsel – Tolak Sutet di Areal Sawah Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,595 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. diatas sawah dan ladangnya saja dilewati sutet, sudah ramai-ramai protes menolak pembangunan sutet, bagaimana kalau tanahnya yang kena proyek pembangunan jalan protokol atau proyek pembangunan kantor pemkab………………. aku juga ada seidikit tanah kebon di sekitar sipirok, mudah2an diatasnya dilewati rencana sutet atau syuku2 kena proyek pembangunan proyek pemda, lumayan aku bisa minta ganti rugi yang nilainya pantas menurut aku..

    tapi kalau aku ikut-ikutan, kasihan juga ya sama kampung kelahiranku sipirok itu, kapan pembangunannya akan maju ………..kalau aku dan yang lainnya juga ikut-ikutan mencari keuntungan sesaat…………… bisa-bisa daerah lain sudah menjadi kota satelit sementara kampungku sipirok akan tetap tak pernah selesai ………
    lho jadinya koq aku ikut mikirin sipirok/tapsel… aku kan bukan tokoh masyarakat bukan juga lsm atau ketua kelompok. aku rakyat biasa yang hanya ingin melihat tapanuli selatan yang maju, makmur , adil dan sejahtra.

  2. Hehehehh…. ada provokator niih….. yang gue tau tuh sutet klo memang masih ada lahan yg lebih memungkinkan kenapa tidak demi keselamatan masyarakat.

    Hoo ohhh……. kamu ketahuan…. jadi provokator, jangan2 si Bisuknaoto ini adiknya si eks bupati itu atau kroni-kroninya yg tidak mau kedoknya terbuka yang makan uang ganti rugi.

    Ya dasar lo……. atau jangan – jangan anteknya para pemborong atau para mafia pembebasan lahan. Huuuuh TAKUUUUT…………..

    atau orang yang mencuri spanduk penolakan SUTET di Sipirok

2 Komentar untuk “Warga Sipirok Unjuk Rasa di DPRD Tapsel – Tolak Sutet di Areal Sawah” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.