Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Nasional » Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta.

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti.

“Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN,” ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah. (tribun-medan.com)

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com


Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah Posted on Category Nasional. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,673 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Ini baru mantap! Kenapa baru sekarang,rasanya sudah terlalu banyak anak anak kita di INDONESIA yang jadi korban kriteria kelulusan yang berlaku sebelumnya. Emang aneh kita selalu coba-coba dengan hal yang baru tetapi tidak memikirkan akibat bagi rakyat banyak(SISWA),hanya mementingkan idealisme para perancang pendidkan. Yang sakit kan pelaku pendidkan di bawah yaitu guru dan siswa jadi kelinci persobaan!!

  2. bagus untuk mengurangi kecurangan atau menghapuskan kecurangan yang dilakukan siswa ataupun sekolah bahkan dinasp endidikan kota/kabupaten . ya gak

  3. Ya, baguslah kalau untuk kriteria kelulusan pemerintah sudah mau menggabungkan nilai dari guru sehari-hari (yg tertuang dlm raport)…sehingga kriteria kelulusan lebih fair…

  4. Mudah-mudahan menjadi jalan yang terbaik

  5. ya baguslah smoga dengan konsep baru yang akan diterapkan bisa merubah menjadi lulusan generasi yang smart dibidangnya menyongsong masa depan indonesia lebih siap menghadapi era globalisasi yang semakin maju.

  6. Rumus yang ditawarkan cukup bijaksana; kelulusan tidak hanya ditentukan oleh mapel tertentu tapi mapel yang lain juga dianggap penting. Sehingga anak belajar bukan karena UN tetapi untuk mempersiapkan masa depannya. Yang terpenting UN tidak lagi menelan korban bagi mereka yang gagal.

  7. sama saja, tetap akan menimbulkan manipulasi nilai oleh sekolah untuk mengupayakan nilai gabungan menjadi 5,5, UN tetap menveto kelulusan arena ada syarat minimal 4,0. juga berarti ada ujian sekolah untuk mapel yang diUN-kan? rumusnya (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah), sementara nilai sekolah =nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN

  8. sayang..! setiap kali ada peraturan baru selalu mepet dengan pelaksanaan. Ya maklumlah pak menteri tidak pernah paham apa sebenarnya yang terjadi di sekolah. Sehingga berbagai peraturan slalu datang tiba-tiba, sementara sebagian dari format baru itu menyangkut kegiatan yang sebelumnya sudah dilaksanakan tanpa tahu peraturan yang baru tersebut. Contoh, kalau saat ini harus dengan menghitung rata-rata nilai raport semester 3-5, dan nilai itu tidak pernah diperhitungkan untuk kelulusan seperti format saat ini TIDAKKAH ITU MENGHUKUM SISWA??? Coba hitunglah seandanya rata-rata rapot kurang dari 7,5, berapa NILAI UN&US yang harus DIPEROLEH AGAR LULUS? Terus apa gunanya KTSP, MPMBS dan penentuan KKM yang harus dirumuskan sekolah dan komite????

  9. tapi un gausah juga dibuat bln mei, maret aja insya allah kami siap ], krn cepat lulus jg dari sekolah, semakin banyak waktu kami untuk mempersiapkan diri untuk snmptn, krn intensif biasa dilakukan pada pagi hari agar semua materi pelajaran bisa masuk, otak masih fresh juga. semakin lama uan, semakin banyak beban tugas2 yang semata-mata hanya untuk mencari nilai atau kepuasan gurunya, kami menadi tidak konsentrasi, dan kenapa setiap 3 tahun sekali selalu berubah, taun saya terus yang dapet perubahan , seperti waktu un mulai ditambah pelajaran ipa dan baru dikasih tahu 3 bulan sebelum pelaksanaan un.
    maka dari itu pemerintah kayaknya harus memberi tahu segala sesuatu yg akan berubah untuk pelaksanaan un dari taun ajaran baru yaitu bulan juli, agar persiapan semakin matang dan tidak dikejar2 oleh waktu lagi yang ujungnya jika dikejar, murid akan semakin malas dan hanya mengandalkan pada kunci jawaban

  10. Rumus diatas akan jadi polemik baru karena nilai rapot semester 3-5 bisa jadi ugal ugalan, kalau menurut logika seperti berikut :
    asumsikan nilai UN adalah 4
    jadi rumusnya : (0,6 nilai UN)+(0,4 Nilai Sek) harus samadengan atau lebih dari 5,6
    hitungannya (0,6.4)+(0,4.8)=2,4+3,2=5,6
    jadi nilai untuk semester 3-5 ditambah Nilai US minimal 8 agar aman apabila diasumsikan nilai UN jatuh.
    Nah… masalahnya dengan nilai 8 ini apakah bisa dipertanggung jawabkan untuk siswa

  11. Rumus UN baru jelas mengacak-acak nilai raport yang sudah ada dan yang sekarang. Mau tidak mau dengan asumsi nilai UN 4.00, maka seluruh pelajaran lain (non UN) di raport sampai US harus minimal 7.8. Maka yang terjadi adalah program perubahan nilai raport siswa (untungnya pake lembaran print).
    Efek lain yang tidak terantisipasi adalah pada proses pembelajaran sehari-hari. apabila siswa udah tahu masalah ini, maka mereka pasti teriak MERDEKA !!! karena apapun yang terjadi pasti nilai siswa di raport minimal 7.8, nggak peduli siswa tersebut ulangan harian juelek, jarang masuk, ulangan selalu remidi dll. Terakhir gurupun akan ogah-ogahan mengajar dengan serius karena percuma saja, seserius apapun proses pembelajaran toh nilai siswa tetap di patok minim 7.8

    Seandainya nilai minimal UN dinaikkan dikit, mungkin sedikit mengurangi dampak atau efek proses pembelajaran. TAPI BUAH SIMALAKAMA YA . . . ???

  12. stok lama model baru jaman 8 tahun lalu, dah ada yang mirip seperti ini. Harusnya kita doakan saja supaya formula baru kelulusan ini bisa bertahan setidaknya sampai dengan 2014, bukan tiap tahun ganti, nanti kita semua jadi agent of change beneran lho … ahli dalam mengubah ….salam

  13. Menurut pendapat saya , rumus kelulusan UN SMA 2011 tetap tidak akan memecahkan masalah manipulasi nilai yang sudah membudaya di kebanyakan sekolah di negeri ini. Solusi yang paling tepat adalah reformasi dan revitalisasi nilai-nilai luhur dalam diri segenap pelaku pendidikan secara serentak dan menjadi gerakan bersama. Kualitas pendidikan di negeri ini sudah sangat diragukan karena rendahnya kualitas keperibadian para pelaku pendidikan dan semua pihak terkait. Mari kita lakukan perubahan mentalitas secara bersama-sama dan serentak sebagai agen -agen pendidikan.

  14. Manipulasi Nilai adalah Keadaan nyata yang tak kan bisa di hapus… kita bercita-cita boleh, semua tergantung pada mental para pengurus pendidikan kita. Pendidikan kita adalah ruang ekperimen bagi sebagian orang yang merasa bahwa ini adalah yang terbaik… tanpa memikirkan, bagaimana harusnya supaya maju….

  15. MARI! KITA SAMBUT UN 2010-2011 INI DNG SEMANGAN BARU, POSITIF THINGKING, JURDIL DALAM MELAKSANAKANNY….
    UNTUK EVALUASINYA SEBAIKNYA KITA TUNGGU SETELH PELAKSANAAN, AGAR KITA LEBH NYAMAN DLM MELKSANAKAN UN NANTI…
    SMG SUKSES!!!!

16 Komentar untuk “Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.