Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Headline, Tabagsel » Kayu Pinus DI Kec. Sipirok Akan Dipanen

Kayu Pinus DI Kec. Sipirok Akan Dipanen

SIPIROK- Kayu pinus di areal hutan tanaman industri HGU PT TPL, di Kecamatan Sipirok dan Angkola Timur, Tapsel akan dipanen. Sesuai rencana, penebangan dimulai 20 September.

Rencana penebangan itu disosialisasikan PT Toba Pulp Lestari (TPL) terhadap masyarakat Sipirok, bertempat di Balai Desa Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Rabu (14/9).

Pihak PT TPL diwakili Adolf Hutapea, Tuongku Pane, Riza Pasaribu, dan Sepri Simanjuntak, kepada METRO, mengatakan, untuk kelancaran penebangan kayu pinus di wilayah Kecamatan Sipirok tentunya tak lepas dari peran dan kerja sama berbagai pihak, mulai pemerintah, muspika, dan masyarakat. “Kelancaran proses penebangan, pengangkutan, dan penanaman kembali tentunya tak lepas dari peran berbagai pihak,” ujarnya.

Dia berharap, melalui sosialisasi seperti itu maka pelaksanaannya berjalan lancar sesuai harapan. Hadir dalam acara itu, anggota DPRD Tapsel Armansyah, plt Kadis Perhubungan Tapsel, Roddani Hasibuan. Kemudian para pemangku kehutanan di Kabupaten Tapsel, dan pemerintah Kecamatan Sipirok. Kemudian warga sekitar hutan yang masuk areal Hak Guna Usaha (HGU) PT TPL. (ran/dro)

Sumber: metrosiantar.com

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com


Kayu Pinus DI Kec. Sipirok Akan Dipanen Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,637 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. TPL menunggangi putra-daerah yg tak mampu lagi cari makan terkecuali hanya “jual-diri” seprti Toungku Pane, Riza Pasaribu dkk. Hak historis masyarakat mau dikangkangi seolah oppung mereka yg tanam pinus, padahal hutan pinus di Sipirok dan Angkola Timur produk tanam-paksa kekuasaan otoriter rezim Orde Baru. Awal 1970-an s/d akhir 1970-an tentara, muspida, djawatan kehutanan, pramuka dimobilisasi, rakyat diintimidasi, dan kini kejahatan HAM Orde Baru tsb dimanipulasi seolah secara hukum sah pemerintah c/q Kemenhut yang diserahkan ke TPL.
    Walau sebenarnya banyak yg tidak jeli, masih ada aturan hukum Kemenhut era reformasi yg melindungi hak-hak rakyat, khususnya yg telah sah memiliki tanah (yg ditanam paksa pinus) dgn surat-surat lama diteken/stempel kepala kampung masa itu sejak 1950-an s/d 1981 sebelum Orde Baru buat Penunjukan TGHK 1982.
    Peraturan yg melindungi hak sah kepemilikan tanah oleh rakyat sebelum wilayah Sipirok dan Angkola Timur masuk kawasan hutan TGHK 1982 diatur tegas dalam Permenhut P.47/Menhut-II/2010 dan Permenhut P.50/Menhut-II/2011. Berikan asli surat-surat tanah sebelum TGHK 1982, lsm Alarm siap dampingi rakyat pemilik tanah mengusir TPL yg mau tebang di tanah sah milik rakyat. Klu perlu ditangkapkan dan serahkan ke polisi, seperti kasus penjarahan TPL di tanah milik Amin Siregar di Banggua Simandalu Dusun Hutabaru.

  2. Ha ha ha ha.. TPL makin pintar dan ahli saja memainkan istilah “jalan pintas dianggap pantas” Sosialisasi ecek-ecek berkedok seolah olah telah melalui prosedur yang benar dengan publikasi seadanya sangat jelas tersirat tidak memiliki niat baik mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan lahan lahan yang bersengketa seperti halnya kejadian di kec. angkola timur tempo hari. Kalau memang benar, seperti yang tertulis dalam berita ini, PihakTPL sangat sadar bahwa “Kelancaran proses penebangan, pengangkutan, dan penanaman kembali tentunya tak lepas dari peran berbagai pihak termasuk Masyarakat… Dengan hanya mengundang warga sekitar hutan yang masuk areal Hak Guna Usaha (HGU) PT TPL, apakah kemudian kita benar benar bisa berharap maka pelaksanaannya berjalan lancar sesuai harapan ??? tidakkah sebaiknya pihak TPL merangkul seluruh Masyarakat baik yang secara langsung ataupun tidak ikut terlibat dalam proses ini ? Terlalu sulitkah untuk duduk bersama dengan warga mulai yang memiliki alas hak atas kepemilikan tanah yg masuk dalam kawasan HGU TPL sampai dengan yg berada di jalur-jalur pengangkutan demi suksesnya proses ini? he he he he… tidak dipungkiri memang selama ini pihak TPL lebih mengedepankan sikap Arogansi dengan menggunakan tameng aparat untuk menekan bahkan menindas rakyat yang sebenarnya masih memiliki hak yang pantas untuk diperjuangkannya… ingat masyarakat sipirok selama ini “diam” bukan berarti takut atau menganggap selesai persoalannya dengan pihak TPL ketika berusaha di mediasi oleh pihak polres tapsel kala itu… semua itu tidak lebih hanya menunggu upaya dan niat baik dari pihak polres tapsel untuk menyelesaikan persoalan ini agar lebih berkeadilan tanpa harus menganggu kamtibmas… bila itu tidak berjalan… maka kita terpaksa berhadapan lagi di lapangan….. kita tunggu saja…

  3. itu namanya mencuri…..tpl tidak pernah berbuat untuk tapsel…kenapa suka2 mau manen…..memang tanah oppungnya apa……dasar monyet….tpl…ini

3 Komentar untuk “Kayu Pinus DI Kec. Sipirok Akan Dipanen” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.