Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

salam-3-jari

Home » Headline, Tabagsel » Madina ‘Gudang Senpi‘ Rakitan – 27 Pucuk Senjata Kembali Diserahkan ke Polisi

Madina ‘Gudang Senpi‘ Rakitan – 27 Pucuk Senjata Kembali Diserahkan ke Polisi

Warga Huta Tua kembali menyerahkan senjata api rakitan ke Polres Madina. Selasa (27/9) sore, 27 pucuk senjata api rakitan mereka serahkan. Belum lama ini, warga juga menyerahkan 28 pucuk senjata api jenis senapan.

 (foto FAHMI)

Senjata api rakitan yang diserahkan warga belum lama ini. Kemarin, 27 pucuk senjata rakitan kembali diserahkan.

Menurut Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte, penyerahan senjata api (senpi) rakitan tersebut merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi di Desa Gunung Baringin, yang menyebabkan 3 warga menjadi korban pembacokan dan penembakan. Keseluruhan senjata tersebut milik warga Huta Tua, Huta Tinggi, dan Huta Bangun. Mereka menyerahkan senpi rakitan melalui kepala desa masing-masing. Lalu kepala desa menyerahkannya ke Camat Panyabungan Timur Awaluddin Ssos. Dari Camat ke Polsek selanjutnya ke Polres Madina.

Senpi rakitan milik warga Huta Tua sebanyak 5 pucuk. Dua pucuk laras panjang dan 3 laras pendek. Lalu, warga Huta Tinggi 9 pucuk. Terdiri dari  2 laras panjang dan 7 laras pendek. Sedangkan warga Huta Bangun sebanyak 13 pucuk. Sepuluh laras pendek dan 3 laras panjang.

“Penyerahan senjata ini merupakan kesadaran warga Panyabungan Timur. Untuk itu, kami berterima kasih atas kerja sama dari seluruh masyarakat. Kita berharap ini merupakan akhir dari semua tuduhan-tuduhan yang dilontarkan terhadap masyarakat terutama masalah ladang ganja. Warga di sana juga kita imbau agar tidak melanggar hukum lagi,” sebut Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Huta Tua Mahlil, kepada METRO mengatakan penyerahan senjata api rakitan ini merupakan hasil musyawarah dengan seluruh warga pasca peristiwa yang terjadi di Gunung Baringin pada sepekan lebaran lalu.
“Ini kesepakatan bersama dengan seluruh warga yang memiliki senjata api rakitan agar menyerahkannya ke pihak berwajib,” sebut Mahlil.

Sebelumnya, Kepala Desa Hutatua Mahlil didampingi beberapa tokoh masyarakat mendatangi Mapolres Madina, di Jalan Bhayangkari Panyabungan. Mereka membawa 28 pucuk senjata api rakitan, jenis senapan angin dan senapan locot plus 12 butir peluru timah, Selasa (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Mahlil saat dihubungi METRO, Rabu (21/9), menyebutkan, penyerahan senjata api ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Pasca bentrok dengan warga desa lain, seluruh masyarakat merasa terbebani dan dihantui dengan tudingan yang menyebutkan warga Hutatua tipikal arogan.

“Atas dasar itu lah, seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dalam hal pencarian pelaku pembacokan dan penembakan. Hasil musyawarah yang telah beberapa kali kami lakukan, seluruh warga juga sepakat menyerahkan senjata api yang dimiliki dengan catatan agar tidak  ditindak oleh polisi. Sebab, senjata api rakitan itu hanya untuk alat berburu dan pengamanan saat bekerja,” beber Mahlil

Diakuinya, awalnya warga segan menyerahkan senjata api rakitan milik masing-masing. Mereka khawatir dikaitkan dengan pelaku penembakan dan pembacokan. Senjata api itu digunakan hanya untuk pengamanan berusaha. Pasalnya, Desa Hutatua ini berada tepat di tengah-tengah hutan. Dan, sebagian besar warganya berkebun di hutan.

“Namun seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dan siap mematuhi hukum. Kami berhasil mengumpulkan 28 pucuk senjata api ini, meskipun kami tahu masih ada sejumlah warga yang belum menyerahkan. Dan, kami memberikan tenggat waktu kepada warga agar menyerahkannya paling lambat Jumat (23/9). Sejauh ini warga sangat terbebani mental dan moral atas kejadian itu hanya karena tindakan beberapa orang saja,” tambahnya

Sementara itu, Wakapolres Madina Kompol Haryatmoko Sik didampingi Kasat Reskrim AKP SM Siregar, mengatakan, polisi telah menyita 28 pucuk senjata api rakitan dengan rincian senjata laras panjang 15 pucuk dan laras pendek sebanyak 13 pucuk serta 12 butir peluru yang terbuat dari timah,

“Senjata api rakitan ini semuanya diserahkan langsung oleh warga, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Hutatua, yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Madina,” sebutnya

Dikatakannya, penyerahan senjata rakitan ini dilakukan masyarakat dengan kepedulian dan kesadaran masayarakat sendiri. Selama ini, senjata Rakitan ini diduga dipergunakan masyarakat untuk menjaga kebun ladang ganja dan mengawal ganja yang akan dijual.

Dilanjutkannya, penyerahan senjata api ini diawali dengan peristiwa pembacokan dan penembakan yang terjadi di Gunung Baringin 2 pekan lalu, usai kejadian itu kades mendatangi Polres Madina dan menyatakan seluruh warga siap membantu tugas kepolisian dengan permintaan agar masyarakat pemilik senjata jangan ditindak karena senjata itu digunakan hanya sebagai alat pengamanan diri di hutan.

“Waktu kades datang ke Mapolres, Kapolres saat itu bilang kalau memang masyarakat mau bekerja sama dengan menyerahkan senjata api tidak akan ditindak kecuali terbukti bersalah dalam kasus penembakan dan pembacokan,” tambahnya.  (wan)

metrosiantar.com

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com


Madina ‘Gudang Senpi‘ Rakitan – 27 Pucuk Senjata Kembali Diserahkan ke Polisi Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Belum Ada Komentar untuk “Madina ‘Gudang Senpi‘ Rakitan – 27 Pucuk Senjata Kembali Diserahkan ke Polisi” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.