Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Play Off » Masadi, Mantan Atlet Dayung yang Rela Jadi Sopir Truk Sampah

Masadi, Mantan Atlet Dayung yang Rela Jadi Sopir Truk Sampah


Jakarta Nama Masadi pernah dikenal di dunia dayung. Bagaimana tidak, di cabang olah raga ini dia beberapa kali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional. Namun kini, dia hanya menjadi sopir truk sampah.

Menjadi sopir truk sampah, gaji Masadi tidak seberapa. Itu makanya dia terpaksa tinggal di rumah mertua lantaran tidak sanggup membeli rumah sendiri. Apalagi umurnya tak muda lagi, sudah setengah abad.

Saat menjadi atlet dayung, dia telah mengumpulkan 35 medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Penghargaan itu didapatnya dari berkompetisi di level nasional maupun internasional.

Setelah tak lagi menjadi atlet, dia mendapat bantuan dari pemerintah daerah untuk mencari lapangan pekerjaan. Masadi ditempatkan di Dinas Kebersihan dan bertugas menjadi sopir truk sampah di Pemkot Semarang.

Hidup tidak selalu mulus. Pun demikian halnya dengan keadaan rumah tangga Masadi. Dia pernah mengalami kegagalan berumah tangga. Setelah bercerai, beberapa waktu kemudian Masadi menikah lagi. Dari pernikahan keduanya, dia dikaruniai dua anak. Kedua anaknya ini pun menjadi atlet dayung.

Nama Masadi yang lama tenggelam kembali muncul setelah Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, meneleponnya. Andi memastikan kebenaran informasi bahwa Masadi adalah mantan atlet yang kurang beruntung.

Tinggal terlalu lama di rumah mertua membuat Masadi tidak enak hati. Itu makanya, dia mengajukan diri kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan. Doanya selama ini didengar, namanya terpilih sebagai orang yang pantas diganjar penghargaan rumah. Rumah itu merupakan hadiah dalam Penghargaan Bidang Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2011.

Penyerahan hadiah dilakukan di gedung Gubernuran, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (16/2/2012).

“Saya senang sekali mendapat rumah soalnya selama ini saya tinggal di rumah mertua. Dan di Jawa Tengah yang belum mendapat bantuan hanya saya,” ujar Masadi penuh rasa haru.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, mengatakan penghargaan ini diberikan untuk memotivasi para atlet, dalam mengikuti ajang olahraga baik nasional maupun internasional.

“Penghargaan ini dimaksud agar para atlet termotivasi,” ujar Rustri.

Dia menambahkan selain penghargaan, perlu adanya pembinaan sistemik dan penyediaan sarana dan prasarana bagi atlet. “Saat ini sudah ada perkembangan dalam sarana dan prasarana seperti peralatan yang sudah modern,” imbuh dia.

Total dana tali asih yang diberikan kepada 143 atlet tersebut adalah Rp 1,9 miliar yang berasal dari anggaran tahun 2011. Para atlet yang mendapatkan bantuan tersebut berasal dari kalangan SD, SMP, sarjana, klub, guru, pelatih dan mantan atlet.

detik.com

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Masadi, Mantan Atlet Dayung yang Rela Jadi Sopir Truk Sampah Posted on Category Play Off. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Belum Ada Komentar untuk “Masadi, Mantan Atlet Dayung yang Rela Jadi Sopir Truk Sampah” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.