Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Tabagsel » Diduga Karena Adanya Perlakuan Semenamena, Para Terdakwa Minta Perlindungan Hukum Ke MA dan KY

Diduga Karena Adanya Perlakuan Semenamena, Para Terdakwa Minta Perlindungan Hukum Ke MA dan KY

Kuasa Hukum Terdakwa - Ahmad Marwan Rangkuti, SH - dari Kantor Hukum MARWAN RANGKUTI & REKAN Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, Para terdakwa dalam perkara dugaan pidana Pemalsuan Surat dengan register perkara pidana No. 200/Pid.B/2012/PN.Psp an. Terdakwa Ir. Syahgiman Siregar (SS) (mantan Kadis Kehutanan Tapsel) dan perkara No. 201/Pid.B/2012/PN.Psp an. Terdakwa Harry Jusman (HJ) (mantan pengelola PT. PLS) yang saat ini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan melalui pengacaranya Ahmad Marwan Rangkuti, SH dan Irvan Hakim Harahap, SH dari Kantor Hukum MARWAN RANGKUTI & REKAN meminta perlindungan hukum ke Mahkamah Agung RI (MA.RI) dan Komisi Yudisial (KY) RI atas adanya dugaan ”mafia peradilan” dan perlakuan yang semena-mena oleh Majelis hakim di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dalam menangani proses persidangan perkara tersebut secara tertulis tanggal 1/6. Dan dalam suratnya itu Marwan menguraikan adanya keganjilan proses penanganan perkara oleh Majelis hakim yang diketuai oleh Faisal, SH, MH dkk seperti dalam Melakukan Penahanan pada sidang perdana terhadap kedua klien kami (padahal berkas perkara belum tahap pemeriksaan perkara pokok bahkan penyidik maupun Penuntut Umum sendiri tidak menahan) maupun dalam melaksanakan persidangan pada Kamis (31/5) yang diduga melanggar hukum.

”Benar, klien kami merasa keberatan atas adanya perlakuan Majelis hakim yang diketuai Faisal dalam menjalankan proses persidangannya yang tidak sesuai aturan hukum dan kepatutan dimana pada sidang kamis (31/5) yang dimulai sekira jam 10.30 Wib terus dilanjutkan Hakim Ketua hingga jam 14.45 wib (tanpa istirahat makan siang dan ibadah) meskipun sudah dimintakan untuk diskors, dan akibatnya setelah sidang diskors (hanya diizinkan setengah jam) beberapa saat kemudian Terdakwa Syahgiman Siregar sakit dan muntah kemudian pingsan diruangan jaksa bahkan hingga kini Syahgiman Siregar masih di rawat di RSU Psp, dan tindakan diluar hukum tersebut berlanjut ketika melakukan pemeriksaan saksi hingga lewat waktu maghrib (atas perkara perkara HJ) dan akibatnya klien kami dan keluarganya meminta kami untuk mengajukan permintaan perlindugan hukum ke MA dan KY atas adanya perlakuan kesewenang-wenangan Hakim tersbut.” Demikian hal ini dijelaskan Marwan Rangkuti didampingi rekannya Irvan Hakim Harahap,SH dikantornya Jl. Perintis Kemerdekaan No. 16 B Padangsidimpuan pada wartawan Sabtu (02/06).

Selain itu, Marwan juga menambahkan bahwa ianya menduga bahwa hakim yang menyidangkan perkara ini sangat tidak professional dan menduga adanya kepentingan hakim dimaksud, hal ini dinilainya dari sejak kliennya ditahan pada sidang perdana dan mengajukan penangguhannya, Mejelis hakim (Ketua majelis hakim Faisal, SH. MH) bahkan Ketua PN. Padangsidipuan (Syahlan,SH.MH) selalu mengharuskan kliennya berdamai dengan Prianto ataupun Budianto (Aseng Naga) guna disetujuinya permohonan penangguhan Terdakwa, padahal sebelumnya Ketua PN. Padangsidimpuan dalam perkara lain (No. 692/Pid.B/2011/PN.Psp Terdakwa RUSLAN AROTONANG) yang perkaranya juga pemalsuan surat justru mengabulkan penangguhan Terdakwa Ruslan Aritonang tanpa adanya perdamaian” Kami sangat menyesalkan tindakan Ketua Mejelis Hakim yang tidak mengindahkan permintaan skors sidang tempo hari dan terus melanjutkan persidangan hingga lewat istirahat siang dan hanya mengizinkan setengah jam bahkan juga berlanjut melanjutkan sidang hingga hamper lewat maghrib yakni pukul 18. 35 WIB sehingga hal itu jelas melanggar hak-hak Terdakwa yakni HAM dan akibatnya klien kami mengalami sakit dan tindakan itu jelas tidak professional dan melanggar hukum. Dan juga sangatlah diskriminatif dalam menyetujui penangguhan penahanan klien kami dgn harus mensyaratkan perdamaian padahal dalam perkara lain justru tidak demikian yakni perkara Terdakwa Ruslan Aritonang, sehingga MA dan KY hrs memeriksa hakim perkara ini dan memberikan tindakan serta mengganti majelis hakim perkara itu karena diduga nantinya tidak akan objektif dan memberikan tindakan tegas untuk menjaga waibawa hakim dan lemabag peradilan “ ujar Marwan.

DIDUGA REKAYASA.
Sebagaimana diketahui bahwa Ir. Syahgiman Siregar (SS) dan Harry Jusman (HJ) telah disidangkan dan didakwa dalam perkara dugaan Pemalsuan surat Permohonan Penerbitan SKSKB atas kayu eks produksi IPK PT.PLS, dan dalam persidangan itu seluruh saksi yang berasal dari Dinas Kehutanan mengakui bahwa kayu-kayu yang diterbitkan SKSKB nya dalah milik Harry Jusman bahkan yang membayar kewajiban kepada Negara (PSDH-DR) maupun kedaerah (RD) atas kayu-kayu itu adalah HJ, namun ternyata HJ dan SS tetap dijadikan Terdakwa, dan ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Marwan dijealskannya bahwa menurutnya perkara ini adalah sebagai bentuk tindakan para mafia hukum yang melakukan rekayasa perkara. “Benar menurt kami perkara ini seharusnya TIDAK layak maju karena sangatalah premature apalagi untuk melakukan penahanan terhadap kliennya, hal ini dikarenakan bahwa HJ berhak mengajukan permohonan SKSKB karena kayu-kayunya dalaha miliknya dan yang membayar kewajiban kenegarapun adalah HJ bahkan dari keterangan saksi Dinas terkait bahwa Prianto dan Buidianto (Aseng Naga) TIDAK PERNAH sama seklai membayar kewajiban Negara bilaman kayu-kayu itu adalah miliknya dan bahkan Negara sajapun hanya menagih pada HJ bukan PT.PLS (Prianto atau Budianto) “ kata Marwan. (SRG/LUBIS)

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com


Diduga Karena Adanya Perlakuan Semenamena, Para Terdakwa Minta Perlindungan Hukum Ke MA dan KY Posted on Category Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,670 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Bagi Marwan Rangkuti pengacara yang baru nongol ke kancah perkara di Tapsel medio thn 2000-an memang mungkin Herry Jusman (HJ) dianggap wajah baru di kehutanan yang patut dikasihani. Padahal track record HJ dalam rangkaian kasus kehutanan di Tapsel punya sejarah panjang yang bisa ditarik ke era Orde Baru sekitar thn 1996. Sa`at itu HJ bersama Emir Salim masih anak-main Adenan Lis Mujur Timber Group sa`at bergabung di HPH Bhara Induk Polri, HJ sudah nyelonong masuk ke Kab Madina melalui Simpang Gua Asom tembus sampai ke Marait Kecamatan Muara Batang Gadis. Sampai kini bekas jejak illegal logging HPH Bhara Induk masuk ke Madina masih dapat dilihat di internet website Google Earth.
    Setelah Mujur Timber Group diuber Kapoldasu masa itu BHD, HJ dibeking tokoh OKP Sumut di Medan, bersekongkol dengan Bupati masa itu alm Saleh Harahap dan Sekda Rahudman menerbitkan izin IUPHHK Pt. PLS (dimiliki komisaris keluarga Mujur Timber dan HJ operatornya) yang tumpang-tindih dengan areal Koperasi USU. Eks areal HPH Aik Gadis Timber yang dimohon HJ untuk jadi IUPHHK PLS sudah habis potensi tegakan kayunya. Sehingga IUPHHK cuma izin formalitas, sumber kayu curian berasal dari Hutan Lindung Register-6 Angkola-II sampai ke belakang Desa Toang Julu di Kecamatan Sayurmatinggi dan dari Hutan Lindung Reg-34 Siondop Selatan dekat Sungai Batang Gadis di Aek Siambil. Belakangan sesudah ketahuan melakukan penebangan liar 3.700 Ha di areal HGU Pt. Ondop Perkasa Makmur (OPM), HJ cuma didenda Dishut atas perintah Bupati Ongku Hasibuan untuk sekedar bayar denda. Selanjutnya sisa areal OPM seluas 4.000 Ha diterbitkan Ongku Hasibuan Surat IPK PLS untuk HJ.
    HJ yang merasa kuat dibeking 2 periode bupati, mensuplly 29.000 M3 kayu tanpa dokumen ke OPM untuk timbun puluhan Km jalan kebun dan hampir seribuan jembatan ke blok kebun OPM. Akibat Adelin Lis owner PLS tertangkap di Beijing, semua HPH/IPK/HGU milik Mujur Group di Tapsel buru-buru dijual. Thn 2009 Aseng Naga alias Budianto pun beli asset Mujur Group mulai dari IUPHHK PLS, IPLS, Sawmill Simaronop dari Adelin Lis, yang surat jual-belinya cuma kertas zegel, maklum Adelin Lis teken surat jualnya sa`at masih jadi tahanan di Rutan Tanjung Gusta.
    Contoh paling ekstrim, sisa kayu curian HJ di Marait sewaktu masih kontraktor HPH Bhara Induk thn 2000, baru bisa diselundup keluar setelah thn 2004 pakai dokumen IUPHHK PLS.
    Jadi Pak pengacara, tolong jangan pakai “kacamata-kuda” cuma nengok kasus terakhir, HJ bukan anak kemarin sore di kehutanan Tapsel. Otak anda boleh saja fikir nilai kebenaran hukum dari sepenggal moment aktual, tapi nurani anda bisa nggak kaji keadilan hukum dari rangkaian panjang fakta-fakta deretan kasus-kasus HJ mulai dari HPH Bhara Induk, IUPHHK PLs dan IPK PLS? Yang pasti hoofdader kasus PLS mantan Bupayi Ongku Hasibuan yang dulunya “impor” Sahgiman Siregqar dari Dephut untuk jadi kadishut Tapsel sekaligus mel;anjutkan kolusi HJ dengan Ongku Hsb, masih bebas di luaran.
    Persidangan sekarang ini di PN-Psp ibarat puncak gunung es yang nampak di permukaan, di bawahnya masih terpendam timbunan kasus-kasus. Dalam sistem peradilan di Indonesia, pengacara bukan cuma pembela terdakwa penjahat namun juga mitra pengadilan mengungkap seluruh fakta kejadian perkara sebenarnya. Kok proses hukum untuk mengungkap seluruh fakta kejahatan kehutanan di Tapsel mau diganjal dengan berbagai dalih kilah putar-belit aturan hukum? Semoga anda bukan pengacara “hitam” !

    • Ha… Ha… Ha… Maklumlah Bang namanya saza Pengacara/Pembela…. yah pasti dong Si MARWAN ini membela bela Client-nya khan dah ada kontrak dan mungkin uang muka dah di Jagit-nya… mau tak mau lah…. begini jadinya….

  2. Hei Marwan You ndak Mangarti sikit pon mengenai kasus ini…. mending you cabut deh….

  3. saya IR.TAagor Manik manager humas TPL yang memiliki kepentingan HPHTI di Sidimpuan . kawan….dekati hakimnya dan ajak ke luar daerah. itu sering TPL lakukan dibeberapa daerah di konsesi hutan yang kita tebang .sip kan kita yang ngatur mereka…. bukan mereka yang ngatur kita

  4. Di daerah lain mungkin TPL bisa malang-melintang, tapi asumsi begitu nggak laku di Tapsel. Belum sempat nempel hakim, yang pasti mantan kadishut udah merapat ke dokter minta diselamatkan kesehatan hidupnya, hukum negara belum dijatuhkan, hukum sosial dah jatuh maka ambruklah mental si terdakwa pelaku, apalagi nanti hukum Tuhan?

  5. Demi uang menghalalkan segala cara dan memberi makan anak / istreri dengan uang haram…..tunggulah bencana untuk keluarga dan dirimu…….

  6. Sdr.Murniff apakah anda Sudah lupa, bahwa anda dulu sering ke kantor Mujur Timber meminta bulanan Dan upeti, jangan munafik, jangan bawa nama tuhan kalau berbicara, anda berani menjamin kalau anda bukan diperalat oleh sdr budianto Dan Tanpa bayaran….. Ini Allah yang tau

  7. Heh ‘aritonang’ sebut jatidiri alamat lengkap tanda kamu tgjawab ocehanmu. Aq siap menantang seluruh pers dan lsm di Sumut, siapa dari kalian semua punya dokumentasi dan bukti publikasi pernah bongkar kasus-kasus Mujur Timber? Sejak 20 tahun lalu aq punya banyak dokumentasi, bukti publikasi, copy pertinggal surat-surat pengaduan lsm Alarm sangat banyak bongkar kasus-kasus kehutanan di seluruh Tabagsel, sehingga aq berani teriak nantang siapa berani terang-terangan laga dokumentasi, data publikasi dan bukti?
    Soal Budianto alias Aseng Naga, siapa yg punya dokumentasi, bukti surat-surat pengaduan, copy publikasi kalian pernah bongkar kasus Aseng Naga? aq siap buktikan sama siapapun bahwa cuma aq yg berani bongkar kasus Aseng Naga. Jangan cuma berani nama tersamar, tgjawab kau sama gut-gutmu? Jujur, siapa kau sebenarnya ‘aritonang’? Manusia jiwa kerdil dengki iri, di forum mana kau berani jumpa?

  8. Kok bungkam kau pengecut ‘aritonang’? Anggarkanlah apa saja yg sudah kau tahu dan pernah kau perbuat terhadap kasus-kasus Mujur Timber, beberkan track rekord prestasi dan reputasimu. Aq nunggu biar kita bisa saling pamer kehebatan dan saling ‘telanjangi’ keburukan masing-masing, biar publik media ini bisa ukur nilai sampai dimana kalibermu sebenarnya. Gimana?

  9. kalo jiwa pengecut taunya sembunyi dibalik rok……..alias bancii…..

10 Komentar untuk “Diduga Karena Adanya Perlakuan Semenamena, Para Terdakwa Minta Perlindungan Hukum Ke MA dan KY” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.