Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Headline, Tabagsel » Tambang Emas dan Perak Martabe Tapsel Mulai Produksi

Tambang Emas dan Perak Martabe Tapsel Mulai Produksi


Jakarta, (Analisa). Perusahaan asal Hong Kong G-Resources Group Ltd mengumumkan keberhasilannya melakukan penuangan emas pertama dalam uji coba produksi tambang emas dan perak Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Batangan emas bercampur perak pertama dihasilkan dari tungku di ruang pengolahan bijih pada 24 Juli 2012. Ini menandai tonggak sejarah dalam perjalanan tambang emas Martabe menjadi tambang emas berkelas dunia pertama yang berproduksi di Sumatra Utara,” kata CEO G-Resources Peter Geoffrey Albert kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/7) malam.

Albert mengatakan peristiwa tersebut merupakan puncak kerja keras dan dedikasi karyawan dan mitra kerja G-Resources selama lima tahun terakhir sejak fase studi kelayakan, konstruksi hingga tahapan produksi. Selama kurun waktu tersebut total biaya modal yang telah ditanamkan perusahaan investasi yang tercatat di bursa Hong Kong ini mencapai 700 juta dolar AS (sekitar Rp6,6 triliun).

Menurut Albert, tambang dan pabrik pengolahan akan terus meningkatkan kapasitas hingga enam bulan mendatang. Diharapkan pada awal 2013 tambang Martabe bisa berproduksi penuh sesuai target yakni 250 ribu ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.

Ia menjelaskan bahwa produk akhir dari tambang Martabe adalah campuran emas dan perak dalam bentuk batangan.

Melalui kerjasama dengan BUMN PT Aneka Tambang, campuran emas-perak itu dikirim ke Logam Mulia di Jakarta untuk dilakukan pemurnian menjadi emas dan perak dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.

“Dari Logam Mulia akan langsung dijual ke pasar spot logam mulia internasional di Singapura,” kata Peter Albert.

Tambang emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, tepatnya Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.

Luas wilayah kerja tambang ini mencapai 1.639 km2 di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997. Proyek tambang emas ini diprediksi memiliki kandungan 7,86 juta ounce emas dan 73,48 juta ounce perak.

Kepemilikan tambang Martabe dikuasai oleh G-Resources setelah membeli konsesi dari perusahaan tambang OZ Mineral pada pertengahan 2009.

G-Resources Group Ltd kini menguasai 95 persen saham tambang Martabe. Pemegang lima persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung. Kepemilikan Artha Nugraha Agung yang berstatus BUMD, 70 persen dipegang Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

Jumlah tenaga kerja di pertambangan ini mencapai 1.500 orang. Sekitar 70 persennya direkrut dari masyarakat di sepuluh desa yang ada di sekitar tambang, kata Peter Albert. (Ant)

Sumber: analisadaily.com

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Tambang Emas dan Perak Martabe Tapsel Mulai Produksi Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,699 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Bagus, klu memang cuma itu saja. Faktanya ini propaganda sisi positif sementara sisi negatif limbah mau dikelabui. Akhirnya terlihat seperti `anjing masyarakat terkena dampak menggonggong, kafilah penyamun G-Agincourt Resources anggar Amdal cacat-hukum “tinja” limbah mau dibuang nihil revisi?` Lanjutkan saja pembangunan saluran limbah ke hulu Sungai Batang Toru, paling kasus hukum Amdalnya akan ikut diback-up kampanye Walhi dan Jatam naik ke advokasi level nasional.

  2. Khusus untuk masyarakat Kecamatan Marancar, sebaiknya antisipasi akibat dampak dari pertambangan ini untuk 20 sd 30 tahun yang akan datang. Hendaknya tidak mudah tergiur dengan uang yang ratusan juta dan milliaran dengan menjual wilayah/luat Kec. Marancar mulai perbatasan batangtoru hingga ke perbatasan Marancar…. ingat masa depan anak dan cucuk setelah masyarakat sekarang….???

    Belajarlah dari Tambang Emas di Irian jaya dan di daearah lainnya. Jika tidak lambat atau cepat wilayah kec. Marancar bisa menjadi sasaran yang paling kena dampaknya dimasa yang akan datang khususnya hutan lindung dan kelestarian hewan mamalia yang ada di perbatasan antara Kec. Batangtoru dan Kec. Marancar, Tapanuli Selatan…

  3. Kalau saya lebih setuju tambang ini ditutup saja, karena lebih banyak dampak negatifnya dibanding manfaatnya bagi masyarakat. Coba lihat saja pembagian sahamnya…yang mendapat bagian adalah Pemda Sumut dan Pemda Tapsel..sementara masyarakat tidak dapat bagian apa-apa, yang dio dapat masyarakat hanya sekedar pembelian tanah dari perusahaan setelah itu…hanya abu dan limbah yang akan dinikmati oleh mereka.

  4. memang benar bahwa lingkungan kecamatan marancar sudah mulai kena dampak negatif dari tambang ini …… tidak kah lebih baik tambang ini ditutup saja karena mengingat masa depan anak cucu kita yang akan datang…… ingatlah perusahaan ini ialah orang luar yang tidak kita kenal dan yang mendapat bagian adalah Pemda Sumut dan Pemda Tapsel sedangkan bagi masyarakat hampir tidak dapat bagian …… karena eh karena hanya beberapa Tanah masyarakat yang dibeli oleh perusahaan ………. hanya beberapa orang saja yang dapat bagian …. boleh dikatakan hampir hampir tidak ada …. sedangkan dampaknya seluruh marancar kemudian sampai ke anak cucu kita nantinya….. ketahuilah masa depan itu panjang sedangkan uang ganti rugi tanah itu hanya beberapa saat saja………sadarlah marancar

  5. Kalo tambang tutup si mungkin itu yang ter baik tapi kalo ngak ya semua mungkin kena dampak nya mulai dari debu pohon2 tanaman yang mati belum lagi air yang mengandung racun mari sama2 kita rasakan kalo tambang si tingal kira keuntungan saja kalo kita tingal hahahahaha

5 Komentar untuk “Tambang Emas dan Perak Martabe Tapsel Mulai Produksi” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.