Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Sumut » Dinilai Gagal Redam Konflik Warga Pollung dan PT. Toba Pulp Lestari – Kapolres Humbahas Dicopot

Dinilai Gagal Redam Konflik Warga Pollung dan PT. Toba Pulp Lestari – Kapolres Humbahas Dicopot

DOLOKSANGGUL – Kapolres Humbahas AKBP Verdy Kalele dicopot dari jabatannya, Kamis (20/9) sore, karena gagal meredam kerusuhan antara warga dan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Kerusuhan yang terjadi Rabu (19/9) mengakibatkan satu unit ekskavator ludes dibakar massa.Massa yang berasal dari Kecamatan Pollung juga memukuli personel Brigade Mobil (Brimob) Kompi C Sidimpuan, Brigadir Rhot Bastian, dan merampas senjata jenis SS 1. Seorang petugas keamanan PT TPL Franky Hutagaol, 30,warga Parparean,Porsea juga menjadi sasaran kemarahan warga. Franky mengalami luka bacok serius di bagian lambung kiri.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro langsung melantik AKBP Heri Sulastono sebagai Kapolres Humbahas. Heri sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat 4 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.Sedangkan Verdy,sementara ini diparkir sebagai perwira menengah (pamen) Polda Sumut.

Seusai melakukan pelantikan di Aula Kamtibmas Polda Sumut,Wisjnu menolak diwawancarai wartawan. Bahkan, dia melarang wartawan bertanya dan mengarahkan wartawan bertanya ke kepala Bidang Humas Komisaris Besar (Kombes) Pol Heru Prakoso. “Dia (AKBP Verdy Kalele) tidak menjalankan amanah sehingga posisi jabatannya sebagai Kapolres Humbahas diamanahkan kepada AKBP Heri,”ungkap Heru. Pergantian ini merupakan hal yang wajar, apalagi di institusi kepolisian untuk meningkatkan kinerja jajaran.

“Siapa pun bisa diganti, termasuk saya. Hanya, ketika konflik terjadi kapolres (Verdy) sedang berada di Medan,”tegasnya. Dia memaparkan, kemarin sore,konflik warga Kecamatan Pollung dengan PT TPL sudah kondusif,namun sejumlah personel Polres Humbahas tetap bersiaga. Sedangkan senjata SS 1 yang sempat diambil warga sudah dikembalikan ke kepolisian.

Personel Brimob dan petugas keamanan PT TPL yang mengalami luka serius saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Vita Insani Pematangsiantar.“Polres Humbahas masih melakukan penyelidikan,” katanya. Salah seorang warga bermargaMarbun, 45,yangditemui SINDO kemarin menuturkan, konflik berawal Selasa (18/9) siang, ketika lima utusan adat menemukan aktivitas alat berat PT TPL sedang membuka jalan di kawasan hutan kemenyan.

Padahal, warga mengklaim lahan yang digarap PT TPL tersebut lahan adat dan statusnya masihsengketa. “Kelima warga itu memang diutus untuk memantau hutan kemenyan di kawasan Desa Dipituhuta dan Pandumuan,”urainya. Utusan warga pun melakukan komunikasi dengan anggota Brimob R Simamora yang melakukan pengawalan dan petugas keamanan PT TPL.Namun, oknum Brimob dari Kompi C Padangsidimpuan tersebut justru mengeluarkan katakata yang dinilai warga desa telah melecehkan mereka.

“Sahalai tumbuk hulean Rp200.000 (sekali tinju Rp200.000),”bebernya. Kelima warga utusan adat itu kembali ke desa, dan menyampaikan pernyataan oknum Brimob.Warga Desa Pandumuan dan Sipituhuta tidak terima disebut demikian,maka Rabu (19/9) pagi, sekitar 30 warga berangkat ke lokasi hutan yang disebut Tombak Sitangi.

Di lokasi itulah warga menemukan ekskavator membuka hutan dibawah pengawalan Brimob dan petugas keamanan perusahaan. Pertengkaran mulut antara warga desa dan petugas pengawas terjadi.Warga mendesak agar aktivitas penebangan hutan dihentikan.Namun,oknum Brimob justru mengacungkan senjata jenis SS 1 ke arah warga.

Beberapa warga langsung merampas senjata api laras panjang itu dan memukuli oknum Brimob beserta petugas keamanan PT TPL. “Warga melihat bahan bakar solar yang ada di situ, lalu menyiramkannya tempat duduk alat berat tersebut dan membakarnya,”kata Marbun. Sementara itu, Humas PT TPL Sektor Tele,Robin Sianturi menyangkan adanya konflik tersebut. Sebab, mereka selalu memberikan arahan agar petugas keamanan, jika ada benturan dalam operasi penjagaan rutin dengan masyarakat, agar diarahkan kantor PT TPL di sektor Tele.

“Kalau menyangkut adanya pernyataan yang melecehkan warga saya kurang tahu. Tetapi logikanya,apa mungkin satu personel Brimob berani mengatakan seperti itu kepada puluhan warga,”paparnya. Direktur Kelompok Studi Pengembangan dan Pemerakarsa Masyarakat (KSPPM) Suryati Simanjuntak mengatakan, bentrok seperti ini tidak akan terjadi kalau saja pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan segera menyelesaikan persoalan ini.

Sebab, tingkat kesabaran rakyat juga terbatas. Rakyat sudah jenuh dan bosan menunggu proses penyelesaian yang berbelit-belit tanpa kepastian. Seharusnya pemerintah harus belajar dari kasus-kasus yang terjadi selama ini,seperti kasus Bima dan Lampung.

(?baringin lumban gaol, frans marbun) - seputar-indonesia.com

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com


Dinilai Gagal Redam Konflik Warga Pollung dan PT. Toba Pulp Lestari – Kapolres Humbahas Dicopot Posted on Category Sumut. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,676 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Salam sejahtera untuk semua masyarakat Humbahas khusus desa Sait Nihuta .

    Seingat saya bukan sekali ini saja Perusahaan dibekap aparat mengakibatkan bentrok dan jatuh korban. Sejak jaman INDORAYON sampai TPL , perusahaaan kertas ini tidak pernah bebrbenah diri, malah merasa sok hebat ditanah orang lain, TANAH BATAK khususnnya, sementara si Sukamto Tanoto pemilik TPL RGM Grop adalah seorang koruptor pajak yang dipetieskan . menanggapi terjadi bentrok MURNI adalah KESALAHAN TPL sendiri, karena menggunakan kekerasan apalagi sampai membawa dan pamer BRIMOB segala untuk melawan warga setempat, yang belum tentu salah. Banyak pengaduan ke PUSAT JAKARTA bahwa banyak terjadi demonstrasi masyarakat di SUMUT khususnya dilokasi hutan konsesi TPL dan pabrik Porsea dikarenakan MANAGEMENT TPL DAN HUMAS – HUMASNYA BERTINDAK BIADAT DAN SUKA ANARKIS BERTOPENGKAN APARAT TNI POLRI yang sebenarnya TIDAK DIBENARKAN di negara RI. Pantas sekali jiuka perlu ijin Operasional PT.TPL ditinjau kembali dan melihat keadaan saat ini perlu TPL DITUTUP UNTUK SELAMANYA karena lebih banyak mudarat dari manfaat Pabrik ini.

  2. terjadinya benterok antara warga dan TPL di Sait Nihuta kemarin adalah jelas – jelas KESALAHAN PERUSAHAAAN TPL INDORAYON . TPL bertindak ala koboi di hutan – hutan produksi yang dipercayakan pemerintah kepada perusahaan ini, tetapi disalahgunakan TPL sendiri. TPL tidak mau ambil pusing walau yang dituntut warga sait nihuta dan daerah lain seperti di Tapsel baru – baru ini ADALAH BENAR TANAH WARGA SETEMPAT . karena tidak mau ambil pusing dan ujung-ujungnya bawa kekuatan aparat BRIMOB , maka timbul kebencian luarbiasa WARGA TERHADAP TPL ini. Warga negara dan masyarakat sait nihuta seharusnya dilindungi POLRI bukan untuk ditakuttakuti seperti yang dilakukan perusahaaan TPL ini. Kami yakin seyakinyakinnnya bahwa PT.TOBA PULP LESTARI alias INDORAYON ini dulunya akan CEPAT DITUTUP ATAU DIPAKSA DITUTUP MASYARAKAT karena telah menjadi Perusahaaan yang menakutkan di Negara RI ini. Jangan pernah masyarakat takut menghadapi PT.TPL ini walaupun mereka membawa aparat , karena sudah diatur dalam UU bahwa POLRI adalah milik seluruh masyarakat RI, termasuk harus melindungi warga Sait Nihuta Humbahas. Horas HUMBAHAS

  3. Beberapa kali DIREKTUR TPL Tuan Juanda Panjaitan dalam media dan Tuan Tagor Manik mengekspos di berita bahwa perusahaaan TPL adalah perusahaan membantu masyarakat, melihat FAKTA dilapangan bahwa orang ini JUANDA dan TAGOR adalah PEMBOHONG. Terjadinya BENTROK DIHUMBAHAS DAN KAPOLRES DICOPOT ADALAH KARENA ULAH DIREKTUR TPL DAN HUMASNYA TPL TAGOR MANIK yang membenturkan APARAT BRIMOB dan WARGA HUMBAHAS untuk bentrok karena ANARKIS TPL menyerobot tanah warga di sait nihuta. khusus Humas Tagor Manik ini adalah SALAH SEORANG PETINGGI DI TPL yang suka pamer – pamer TNI dan POLRI membekap perusahaan TPL hinggas terjadi bentrok di humbahas. Kami mohon biarlah masyarakat di SUMUT demonstrasi besarbesaran MENUTUP TPL UNTUK SELAMANYA DARI BUMI TANAH BATAK.Horas

  4. mohon Tagor Manik humas TPL jangan menggunakan BRIMOB untuk unjuk kekuatan membekap TPL di tengah-tengah masyarakat, karena lebih banyaknya BRIMOB dari warga negara sipil, jadi lebih kuatnya masyarakat dari aparat.

  5. MARI TUTUP DAN USIR TPL DARI HUMBAHAS. BAKAR TPL

  6. MARI TUTUP DAN USIR TPL. BAKAR TPL

  7. USIR DAN ENYAHKAN TPL DARI KAB.HUMBANG HASUNDUTAN. HANCURKAN TPL

  8. SEPAKAT KITA MARI TUTUP DAN BAKAR TPL

  9. HUMAS – HUMAS TPL , Kami masyarakat baniara dan pollung tidak akan segan-segan meludahi kalian kalau bawa – bawa pengawal menghancurkan hutan kemenyan kami, apalagi sekuriti kalian itu jangan patengtengan sok jago di kampung kami POLLUNG penghasil KEMENYAN TERBAIK DI DUNIA. Kami akan hancurkan TPL dari Pollung

  10. Dimana kau tagor tagor manikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, selesaikan dulu bentrok sekurity TPL mu dengan kami warga sait nihita dan marade pollung ini, ini karena ulahmu suka – sukamu mencaplok tanah kami di POLLUNG ….. cepat selesaikan masalah ini jangan berlarutlarut kami cukup sabar

  11. Dengan hormat,orang2 yang berpikiran buruk sama TPL dan INDORAYON, jumpai saya di kantor humas UNILAND MEDAN lantai 7,TPL memang ada kesalahan prosedur membawa sekurity ke lapangan saat bentrok di humbahas, mohon maaf sebesarbesarnya atas kesalahan TPL melobi warga di saitnihuta.

  12. Bodoh kali kau robin kok saya jadi sasaran beritabrita bentrok di saitnihuta , selesaikan itu saya lapor dengan sukamto tanoto kalau masih mau digaji TPL

  13. Rakyat Humbahas sampai pandumaan sudah BOSAN melihat kelahuan BEJAT TPL Bodat ini. mohon seluruh warga HUMBAHAS yang peduli tanah dan kampung kita di Humbahas dari sait nihuta-marade-polllung sampai pandumaaan………. mari rapatkan barisan KITA DEMONSTRASI BESARBESARAN MENUTUP TPL ARAHKAN RIBUAN MASSSA MENGHANCURKAN AROGANSI TPL DI BUMI HUMBAHAS. TUTUP TPL, HIDUPKAN KEMBALI KEMENYAN HUMBAHAS

  14. DENGAN HORMAT,

    Kami warga pollung memohon supaya KSPPM Ibu Suryati Simanjuntak membantu kami dalam menjalankan AKSI MENUTUP TPL ini dari Humbahas. kami tahu tahun 2000 INDORAYON juga dihancurkan oleh kekuatan dukungan KSPPM dari parapat sampai ke Jakarta, supaya hutan kita tetap lestari. TPL BUKAN PELESTARI HUTAN tetapi TPL adalahg PENGHANCUR HUTAN .

  15. Harian JAKARTA POST hari ini memuat BERITA BENTROK TPL DENGAN WARGA POLLUNG HUMBAHAS. Komentar JUANDA PANJAITAN adalah pembohongan publik. TPL adalah PMA bukan murni Perusahaan vital RI, bukan sep[erti BUMN PTP dsb. itulah golongan kepentingan VITAL NEGARA yang harus dilindungi , baik dibantu POLRI atau TNI. Juanda panjaitan SE adalah direktur TPL kampungan yang ngomong ngak becus menjilat sukamto tanoto. menyuruh sekurity TPL untuk melakukan kekerasan kepada warga pollung, lokasi KEMENYAN dan menjarah lahan dan kayu masyarakat sekitar hutan pollung. TPL sungguh keji dan picik dalam misinya menghancurkan hutan di humbahas dan daerah lain juga di Tapsel, demi pabrik kertas TPL. Pernyataan juanda panjaitan adalah mengadaada, yang salah adalah sekuriti dan humas TPL membenturkan aparat dan warga dilapangan. mari TUTUP dan serukan TUTUP SELAMANYA TPL

  16. Hajar terus, gerombolan bajinganTPL di kantor pusat seperti Chairudin 1000, Juanda Panjaitan, Simon Sidabukke, Leonard Hutabarat dkk dah tahu rasa salah, takut dan pengecut. Buktinya kini Gedung UniLand Medan markas barisan antek Sukanto Tanoto terus dijaga Pasukan Anti teror Poldasu.

  17. HORAS TAPSEL.
    Walaupun KITA2 tidak kenal dengan kawan2 seperjuagan dari Tapsel … tapi visimisi kami ada dukungan MENUTUP PABRIK TPL Porsea DAN KONSESI HUTAN TPL INDORAYON DICABUT DI 8 KABUPATEN DI SUMUT SAMPAI RIAU DARI TPL si Perusahaaan penghancur hutan di INDONESIA ini.
    Terjadinya demonstrasi masyarakat di lokasi TPL baik di Pabrik dan lokasi hutan konsesi di 8 kabupaten tobasa,simalungun,pakpak barat, taput,humbahas, dairi dan Tapsel , samosir………….. SADAR TIDAK SADAR KITAN MASYARAKAT INDONESIA KHUSUSNYA Sumut yang hutannnya sudah hancurlebur oleh arogansi TPL dan kesewengweenagan TPL membeli negara RI ini dengan UANG HASIL ILLEGALLOGING membeli dan menyewa aparat TNI POLRI dan PEJABAT KORUPTOR dan preman untuk MEMBEKAP TPL INDORAYON INI. Satu – satunya yang ditakuti TPL INDORAYON adalah KEKUATAN MASSA menghancurkan AROGANSI TPL ini, dan saat ini sedang berlangsung sehinggga MATA NASIONAL DAN INTERNASIONAL melihat si TPL penghancur Hutan ini. sekali lagi mati KITA GALANG KESATUAN VISIMISI mengusir TPL INDORAYON dan seluruh kepentingannnya dari daerah kita masing-masing. HIDUP RAKYAT TUTUP TPL INDORAYON. Uniland Medan Sarang TPL Bandit Koruptor Pajak asian agri dan TPL sebentar lagi akan diaudit oleh KPK ………… mari kita lihat kesungguhan pemerintah……….?????…….horas Tapsel

  18. TAGOR MANIK DAN JUANDA PANJAITAN JADI TAIK KARENA DIPANGGIL – PANGGIL POLRI TERKAIT BENTROK BRIMOB DAN SIPIL DI HUMBAHAS. Makanya jangan anggarjago di kampung orang Tagor Manik ………… di Tapsel juga sama si juanda panjaitan jadi tape maka kalian TPL ngak berani lagi di Tapsel, ehhh di Humbahas sekurity TPL digimbal warga. kasihan

18 Komentar untuk “Dinilai Gagal Redam Konflik Warga Pollung dan PT. Toba Pulp Lestari – Kapolres Humbahas Dicopot” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.