Apa Kabar Sidimpuan Online

Want to contribute?
Contact us! or Register
www.apakabarsidimpuan.com
Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan@gmail.com

Home » Headline, Tabagsel » Sebelum Alam Marah dan Satwa Mengamuk, DIminta Hentikan Pelanggaran-Pelanggaran Yang Dilakukan PT. Sumatera Sylva Lestari Di Bumi Padanglawas

Sebelum Alam Marah dan Satwa Mengamuk, DIminta Hentikan Pelanggaran-Pelanggaran Yang Dilakukan PT. Sumatera Sylva Lestari Di Bumi Padanglawas

Suara Hati Nurani Masyarakat Padang Lawas

Oleh: Hutatoruan Hasibuan *)

Salah satu Ciptaan Tuhan yang paling mulia adalah Manusia.Jadi manusia seharusnya dapat melihat, memperhatikan, membaca, merasakan dan menganalisa serta memutuskan dari beberapa peristiwa alam seperti : ”Banjir,longsor,mengamuknya Satwa/hewan “misal : Gajah dan Harimau mengamuk bahkan Gajah masuk kampung dan gajah tersesat.  Ini menandakan rusaknya alam terjadi kerusakan hutan. Pengelola Hutan selaku penanggungjawab patut menjaga hutan dan ekositimnya agar tetap asri dan berkesinambungan.

Gambar : Jembatan sigoring-goring tidak diperbaiki oleh PT.Sumatera Sylva Lestari (foto HH) Akhirnya diperbaiki oleh PT.Karya Murni dan Masyarakat Sigoring-goring.

Pengertian Pelanggaran yang dapat disimpulkan : ”Tidak melaksanakan,tidak mentaati dan/atau tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tertulis dalam SK No 82/Kpts-II/2001 dan Peraturan Pemerintah yang berlaku”.  Beberapa kesalahan  yang dilakukan oleh PT. Sumatera Sylva Lestari selama beroperasi di Padanglawas diurai sebagai berikut :

  1. Perlindungan Hutan : ”Kewajiban untuk mencegah terjadinya kebakaran Hutan tidak terpenuhi seperti : Sarana Pemantau kebakaran tidak berfungsi, Personil pemadaman tidak layak,baik keahlian atau Personil dibanding luas arealnya
  2. Tidak melaksanakan Penataan batas dengan baik, baik batas Luar dan batas batas dengan Lahan masyarakat didalamnya dan batas dengan Enclave dalam jangka 2 tahun setelah SK No 82/Kpts-II/2001 dikeluarkan tanggal 15 Maret 2001
  3. Perlindungan Satwa: ”Tidak menyediakan Fasilitas untuk KORIDOR untuk Pergerakan Satwa.
  4. Melakukan Pembiaran atas kerusakan beberapa jembatan yang menghubungkan Desa Sigoring-goring dengan Jalan menuju Ulu Gajah. (Dalam Gambar Foto) dan jembatan Ruraburangir.
  5. Perlindungan Satwa: ”Tidak mencegah terjadinya perburuan terhadap satwa liar baik yang dilindungi maupun satwa liar diareal kerjanya.
  6. Perlindungan Hutan :”Perusahaan Kurang bertanggungjawab penuh atas terjadinya kebakaran Hutan diareal Hak Pengusahaan Hutan tanamannya,dan juga pengamanan hutannya.Contoh : ”SATPAM PH tingkat Kapabilitasnya diragukan “sebab hanya punya GADA PRATAMA tidak ada GADA MADYA dan GADA UTAMA.
  7. Tidak menyertakan saham bagi Koperasi sekitar HPH sebesar 20 %.
  8. Rambu-rambu mengenai Peringatan dan Larangan sesuai Undang-Undang kehutanan dan Peraturan Pemerintah sangat minim dilaksanakan.
  9. Tanah milik perkampungan,tegalan,dan persawahan  yang telah diduduki dan digarap oleh Pihak ke Tiga PT.Sumater Sylva Lestari masih mengklaimnya jadi Konsesinya.
  10. Tidak membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berada didalam atau disekitar areal kerjanya.
  11. Tidak mendukung Pengembangan Wilayah Pembangunan Daerah dan Ekonomi Kesejahteraan masyarakat Tradisional disekitar areal kerjanya.
  12. Terlalu sering melakukan pembiaran baik terhadap kerusakan oleh Kebakaran,Terbakar atau Dibakar atauPelaporan ke Instansi terkait.
  13. Tidak menepati Janji membuat tanaman Kehidupan untuk masyarakat disekitar areal kerjanya.
  14. Tidak menyisihkan dana dari keuntungannya sebesar maximal 5 % untuk Pembinaan danpengembangan golongan ekonomi lemah/koperasi.

Masyarakat Padanglawas yang cinta lahan miliknya sangat berharap ke kehutanan agar lahan yang telah kami usahai dikeluarkan dari areal konsesi PT. Sumatera Sylva Lestari seperti apa yang tercantum dalam SK Nomor 82/Kpts-II/2001 Amar ke Empat ayat 1.yang berbunyi : ”Apabila di dalam areal HPH tanaman Kayu Pertukangan terdapat lahan yang telah menjadi tanah milik perkampungan, tegalan, persawahan, atau telah diduduki dan digarap oleh pihak ke tiga.maka lahan tersebut  tidak termasuk dan dikeluarkan dari areal kerja HPH Tanaman Kayu Pertukangan” Apabila  Amar ke Empat Ayat(1) dikaitkan dengan Ketentuan mengenai Pelaksanaan Pengusahaan Hutan Tanaman Kayu Pertukangan PT.Sumatera Sylva Lestari Ketentuan II Bidang Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Huruf “D” yang mengatakan :”Apabila terjadi perambahan hutan dan atau tebangan liar oleh pihak ke tiga atau pihak lain sebagai akibat dibangunnya jalan angkutan oleh pemegang hak Pengusahaan Hutan Tanaman Kayu Pertukangan maka pemegang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman bertanggung jawab membayar denda atas kerusakan hutannyaSudah banyak Hutan yang rusak dikonsesi PT. Sumatera Sylva Lestari baik itu Pinggiran Sungai/Reparian atau jalur hijau dimana KEHUTANAN sebab sampai saat ini belum ada denda atau sanksi dari Dinas Kehutanan jangan biarkan Perusahaan mengatakan Masyarakat yang merusak lihat ketidakpeduliannya.

Dengan banyaknya Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PT.SSL dan ketidak pedulian serta tidak mau segera membantu kesulitan masyarakat seperti jembatan rusak;  Agar Executif  merekomendasikan “Segera keluar dan angkat kaki dari Padanglawas”,Lahan dikembalikan ke masyarakan,Penindasan yang dilakukan kepada (Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri, Kelompok Tani Lancat dan KUD Serba Guna, KUD Sinar Baru)agar segera dihentikan  dan Penindas diberi sanksi/hukuman dan Denda.  Jangan Pakai akal bulus hanya untuk membodohi masyarakat kami.

Menurut  hemat  Penulis Jangan Kebaikan Hati dari Masyarakat Padanglawas disalah artikan oleh Perusahaan dan Kebaikan itu dijadikan menindak/menekan siapa yang sudah membantu atau siapa yang baik sebelumnya kepadanya dianggap Bodoh dan Dapat dibawah akal pikirannya.Para Legislatif Executif dan Para Tokoh Padanglawas harus mengambil sikap tegas tentang keberadaan PT.Sumatera Sylva Lestari ini apa perlu dipertahankan atau Harus ada Rekomendasi “ Keluar/Hengkang  dari Bumi Padanglawas.Jangan tunggu Alam Marah dan Bertindak lebih jauh.

Padanglawas, 13-01-06.

*) Hutatoruan Hasibuan, adalah Penulis dan Pemerhati HTI dan Sosial Masyarakat yg berdomisili di Padanglawas, Binaga Unterudang Kecamatan Barumun Tengah

Redaksi, Pengiriman Berita,
dan Informasi Pemasangan Iklan:
apakabarsidimpuan[at]gmail.com


Sebelum Alam Marah dan Satwa Mengamuk, DIminta Hentikan Pelanggaran-Pelanggaran Yang Dilakukan PT. Sumatera Sylva Lestari Di Bumi Padanglawas Posted on Category Headline, Tabagsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Bergabung Dengan 5,591 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Sdr Hatoruan Hasibuan di Unterudang. Mengingat Pt. SSL ownernya sama dgn Pt. TPL di Tapsel yaitu bajingan Sukanto Tanoto alias Tan Kang Hoo, sebaiknya people power diarahkan pressure Plt Bupati TSO dan Kadishut Suleman. Klu perlu bawa massa duduki kantor Pemkab Palas, karena semua operasional penebangan dan pengangkutan kayu Pt. SSL diberi pelayanan Pengesahan LHP, diberi SPP (Surat Perintah Penagihan) DR-PSDH dan PNT (Pengganti Nilai Pegakan) oleh Dishutkab Palas. Tekan Bupati dan Kadishut utk tidak melayani semua administrasi Pt. SSL dan genjot Bupati dan Kadishutkab utk patuhi dan laksanakan Permenhut No. P.47/Menhut-II/2010 tentang Panitia TataBatas serta No. P.44/Menhut-II/2012 tentang Pengukuhan Kawasan Hutan. Karena khususnya pada Pasal 57 Permenhut P.44/2012 tegas jelas disebut tanah rakyat DIAKUI dan DIKELUARKAN Dari Kawasan Hutan. Klu si TSO dan Suleman tak mau atau ngelak putar belit, massa teriak tuding aja si TSO Bupati SSL bukan bupati Palas. Maju terus dan selamat berjuang bersama rakyat.

  2. Terimakasih Ipar,Pak Muniff Hutasuhut,

    People power akan bangkit sendiri bila mereka(saudara-saudara kita) sadar dan bahkan mengetuk Dadanya begini rupanya kami selama ini dibodohi dan dianggap remeh,
    Untuk itu kita akan coba terus menulis agar Pak TSO dan Mr.Soleman mau mengatakan mereka ada untuk apa,Rakyat atau Pengusaha.
    Sekalilagi Thanks,Mari berjuang terus untuk anak bangsa dan Negeri ini.

  3. Demikian……. titah baginda raja na so ra hona Mornif. Daulat tuanku ! laksanakan…. heheheheheheheh

3 Komentar untuk “Sebelum Alam Marah dan Satwa Mengamuk, DIminta Hentikan Pelanggaran-Pelanggaran Yang Dilakukan PT. Sumatera Sylva Lestari Di Bumi Padanglawas” Mungkin anda mau menambahkannya...?

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.